11 Warga Labuhan Haji Barat Ditahan Polisi, Ketua SPMA Minta Keadilan Hukum Ditegakkan, Ini Kasusnya - NOA.co.id
   

Home / News

Selasa, 28 September 2021 - 15:45 WIB

11 Warga Labuhan Haji Barat Ditahan Polisi, Ketua SPMA Minta Keadilan Hukum Ditegakkan, Ini Kasusnya

REDAKSI

Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Provinsi Aceh, Misran, SH

Ketua Sekolah Pemimpin Muda Aceh (SPMA) Provinsi Aceh, Misran, SH

NOA | Tapaktuan – 11 warga Desa Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan di tahan di Polres Aceh Barat Daya, akibat diduga melakukan kerusakan di asrama TNI pasca pengungkapan kasus dugaan mesum oknum Babinsa berinisial HT (pria) dan IA (wanita) di Labuhan Haji Barat.

Melihat kondisi tersebut, Ketua SPMA (Sekolah Pemimpin Muda Aceh) Misran, SH mengaku, kejadian tersebut sangat memprihatikan bagi masyarakat,  mengingat duduk perkara mereka di tahan dipicu oleh kemarahan warga akibat ulah dari HT yang diduga melakukan perbuatan asusila di rumah wanita bersuami sah.

Baca Juga :  Pacu Pertumbuhan Perekonomian Aceh, BSI Gelar Sosialisasi Pembiayaan Ekspor

“Menurut keterangan warga setempat, oknum Babinsa yang bertugas di Keude Manggeng tersebut sudah berkali-kali melakukan perbuatan tidak terpuji. Tindakan HT tersebut yang menurut norma dan etika masyarakat Aceh tidak pantas dan layak dilakukan oleh seorang yang sedang bertugas di Gampong,” kutip Misran, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga :  Pj Gubernur Aceh Gelar Rakor Pengendalian Inflasi, Antisipasi Dampak Nataru

Berangkat dari masalah di atas, kata Misran, dirinya yang saat ini menjabat ketua SPMA Provinsi akan turut menaruh perhatian serius terhadap kasus ini. Ditegaskannya, pihaknya meminta agar kasus tersebut dapat ditangani dengan baik dan tidak merugikan satu pihak.

“Demi terjaga sosial kemasyarakatan, atas nama SPMA meminta kepada aparat penegak hukum agar menuntaskan kasus ini dengan segera,” imbuh Misran.

Lebih tegas, Misran mengatakan, pihaknya meminta oknum Babinsa berinisial HT tersebut harus diproses hukum dan diberi peringatan tegas oleh instirusi terkait. “Kemudian 11 warga yang ditahan saat ini dibebaskan dan diberi pembinaan,” harapnya.

Baca Juga :  Kejati Aceh : Diduga fiktif, Status Penyelidikan naik ke tahap Penyidikan

Pasalnya, lanjutnya, kalau ini dibiarkan akan merusak citra kerukunan yang saat ini berjalan di Gampong tersebut. “Ini mencoreng nama baik Aceh sebagai daerah istimewa yang menerapkan syariat Islam secara kaffah,” tegas Misran yang juga warga asli Aceh Selatan. (RED)

Share :

Baca Juga

News

Dinas Syari’at Islam Gelar MTQ ke-39 Tingkat Kabupaten Aceh Tenggara

Nasional

Kepala BNPB Tinjau Posko PPKM Gampong Lambung

News

Kapolsubsektor Bersama Anggota ikut Latihan Rebana

News

Pj Gubernur Hadiri Konferensi Kerja PGRI Aceh

News

BPPA Bantu Pulangkan Keluarga Kurang Mampu asal Banda Aceh

News

Rusia Tembak Kapal Kargo Dominika Sampai Hancur di Mariupol Ukraina

News

Siap-Siap! Ulang Tahun Emas, Bank Aceh Gelar Sejumlah Kegiatan Even

News

PC IMM Abdya Minta Pelaku Pemerkosaan Terhadap Anak Dibawah Umur Dihukum Berat