Home / Aceh Barat Daya

Selasa, 19 Oktober 2021 - 11:56 WIB

Bale Seumando Jadi Pusat Perhatian di Maulid Nabi Kemukiman Kuta Tinggi

mm Redaksi

Perkumpulan para Seumando dusun 1 Mata Ie, Kuta Tinggi Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya

Perkumpulan para Seumando dusun 1 Mata Ie, Kuta Tinggi Kecamatan Blangpidie Kabupaten Abdya

NOA l Abdya – Bale (balai) milik para Seumando salah satu balai yang menjadi pusat perhatian dalam pelaksanaan maulid Nabi se-Kemukiman Kuta Tinggi, Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Selasa (19/10/2021).

Khairul Amrizal, selaku Sekretaris dalam kelompok Seumando Dusun 1 Mata Ie mengakui, bale itu merupakan sumbangan dari perkumpulan para Seumando dalam Gampong Mata Ie, khususnya dusun 1 Mata Ie.

“Syukur Alhamdulillah hari ini di Kemukiman Kuta Tinggi Kecamatan Blangpidie memperingati hari kelahiran junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, dan kami dari ikut memberikan dua buah bale dari sumbangan para Seumando,” kata Khairul Amrizal.

Baca Juga :  Ketua DPRK Sebut Tahun 2020 Pemerintah Tidak Anggarkan Dana Untuk Persada

Balai ini, katanya, sebenarnya dibuat untuk kebersamaan. Ada nilai-nilai gotong royong di sana, satu sama lain saling membantu menghiasi balai ini.

“Setelah dibuat, nanti akan dinikmati bersama pula, tentunya setelah mendahulukan bagi para peserta zikir, anak yatim, ulama-ulama serta masyarakat umum,” kata Amrizal.

Lebih lanjut dikatakannya, kedua buah balai maulid dari perkumpulan para Seumando itu berisikan nasi, ketan, buah-buahan hingga makanan ringan untuk anak-anak.

Baca Juga :  Ke Pantai Barat Selatan Aceh, Ini Yang Dilakukan Haji Uma

“Insyaallah tahun depan kalau kita masih ada umur, kami akan membuat lebih lagi, dengan niat kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah,” pungkasnya sembari mengajak semua masyarakat untuk mengambil hikmah dari pelaksanaan maulid nabi Muhammad SAW tersebut.

Untuk diketahui, kata Seumando dalam tulisan Muhamad Umar atau yang biasa disebut Muhamad Emtas, dalam Darah dan Jiwa Aceh-nya, (Boebon Jaya:2008) menyebutkan, bagi orang Aceh, khususnya Aceh di belahan Barat dan Selatan, kaum pendatang sebagai ureueng Seumando, orang Melayu menyebutnya sebagai Seumanda.

Baca Juga :  Akui Salah Paham, Kasus Dugaan Pungli Oknum Keuchik Berakhir Damai

Namun yang pasti bahwa kedua sebutan itu memiliki arti yang sama yakni sebagai seseorang/sekelompok orang pendatang dari daerah lain yang menumpang pada keluarga, suku, atau daerah di Aceh.

Menumpang disini diartikan sebagai seorang lelaki yang menikahi perempuan dari salah satu keluarga, suku, atau daerah dalam kawasan Gampong setempat dan menetap di Gampong tersebut.(RED).

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Remas Payudara dan Rampok Ponsel, IT Diciduk Polisi

Aceh Barat Daya

Silaturrahmi dan Nonton Bareng SEMMI, Dandim 0110/Abdya Pertegaskan Hal Ini

Aceh Barat Daya

Dinilai Responsif Terhadap Organisasi, MPO PP Minta DPRK Usulkan Kembali Darmansah 

Aceh Barat Daya

Ikut Donor Darah, Dandim Sebut Bentuk Kepedulian Sosial Kesehatan TNI 

Aceh Barat Daya

Izinkan Lapak UMK di Lapangan Makodim, Pedagang Ucapkan Terima Kasih kepada Dandim Abdya

Aceh Barat Daya

IWAPI Abdya Rayakan HUT ke-51 dengan Zoom Bersama Menteri

Aceh Barat Daya

Sasaran Tambahan TMMD Ke-128 Kodim Abdya Hampir Rampung

Aceh Barat Daya

Imum KPA Bereaksi Terhadap Dugaan Main Kasar Pj. Bupati