BSI Diminta Wajib Umumkan SOP ke Publik - NOA.co.id
   

Home / News

Rabu, 10 November 2021 - 19:40 WIB

BSI Diminta Wajib Umumkan SOP ke Publik

REDAKSI

NOA | Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman, SE mengatakan, Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh harus menjelaskan ke publik terkait Standar Operasional Prosedur ( SOP) supaya tidak mengundang kegaduhan dalam masyarakat Aceh.

Hal ini penting dilakukan mengingat jangan sampai komitmen pemerintah Aceh dalam mengupayakan implementasi syariat islam dari aspek ekonomi terganggu karena beberapa persoalan teknis yang timbul dari internal BSI.

Hadirnya Qanun Aceh nomor 11 tahun 2018 merupakan bukti komitmen pemerintah Aceh dalam menerapkan syariat islam secara kaffah di Aceh.

Baca Juga :  Sekda Ingatkan Tetap Waspada Lawan Covid-19

Akan tetapi, semenjak awal hadirnya BSI di Aceh, Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Aceh sudah menjadi bulan-bulanan masyarakat.

“Kita tidak menginginkan karena persoalan teknis lembaga keuangan, syariat islam yang menjadi kambing hitam. Jika memang BSI tidak siap di Aceh, maka sampaikan, biar pemerintahan Aceh (legislatif dan eksekutif) dapat mencari solusi terhadap kebutuhan layanan masyarakat Aceh terhadap lembaga keuangan selama ini,” ujar Sulaiman, dalam laporan tertulis diterima NOA.co.id, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga :  Pimpinan DPR Aceh Safaruddin S.Sos, MSP Mendukung Pelaku UMKM

Lebih lanjut, yang harus dipahami, bahwa saat ini masyarakat Aceh tidak banyak pilihan untuk memilih layanan perbankan yang dapat mendukung transaksi skala Nasional maupun Internasional.

“Diakui atau tidak, hari ini hanya BSI yang menjadi alternatif masyarakat, jadi kalau memang tidak siap, sampaikan biar kami cari solusi,” sambungnya.

Maka dari itu, butuh komitmen BSI dalam mendukung layanan perbankan syariah di Aceh, dari segi kemudahan transaksi, efisiensi dan dengan biaya yang sewajarnya.

Baca Juga :  PT. Kotafajar Semen Indonesia Gelar Konsultasi Publik Persiapan Penyusunan Amdal 

Jangan sampai kegaduhan layanan perbankan akan menjadi dampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh, seperti ATM sering kosong, sistem eror, biaya notifikasi SMS yang tinggi.

“Kejadian-kejadian ini sangat merugikan masyarakat Aceh dan penerapan syariat islam di Aceh. Karena selama ini, saat ada salah satu bank yang bermasalah secara teknis dan kebetulan bank tersebut beroperasi secara syariah, maka yang disalahkan bukan bank tersebut tapi perbankan syariahnya,” tutup Sulaiman. (RED)

Share :

Baca Juga

News

Dibanding AS hingga Uni Eropa, Inflasi Pangan RI Relatif Stabil

News

Sebelum Menangkap Maradona, Satresnarkoba Polres Abdya Amankan DS dan FR

Nasional

Jaksa Agung RI Lantik Wakil Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda Intelijen, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Jaksa Agung Muda Pengawasan

News

Sistem Seleksi Ketat untuk Hasilkan PPPK Berkualitas

News

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden
Dandim Pidie

News

Dandim 0102/Pidie Ikuti Apel Pengecekan Dan Pantau Vaksinasi ASN Pemkab Pidie

News

Akomodir Fasilitas Pemilih Disabilitas, Ini Kata Ketua KIP Pidie Jaya

Nasional

Seluruh Kantor Imigrasi Di Indonesia Sudah Bisa Melayani Pembuatan E-Paspor