Home / News

Senin, 21 Maret 2022 - 03:00 WIB

China Bantah Kirim Bantuan Senjata ke Rusia

REDAKSI

DUNIA, NOA

Duta BesarĀ China untuk Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Minggu (20/3) bahwa negaranya tidak mengirim senjata ke Rusia untuk digunakan di Ukraina. Meski begitu dia tak menampik hal seperti itu bisa dilakukan pada masa depan.

Sebelumnya, pada Jumat, Presiden AS Joe Biden mengingatkan Presiden China Xi Jinping dalam sambungan telepon bahwa akan ada ‘konsekuensi’ jika China menyediakan bantuan ke Rusia saat menginvasi Ukraina.

AFP memberitakan bahwa Duta Besar China Qin Gang yang ditanya soal apakah China mungkin mengirim uang atau senjata ke Rusia mengatakan, “Ada disinformasi tentang China memberi bantuan militer ke Rusia. Kami menolak itu”.

Baca Juga :  Dua Pesawat Militer Korsel Tabrakan di Udara, 3 Orang Tewas

Pilihan Redaksi
  • Ketua Parlemen Dunia Klaim Siap Buka Komunikasi Damaikan Rusia-Ukraina
  • Turki Ungkap Negosiasi Rusia dan Ukraina Hampir Capai Kesepakatan
  • Presiden Ukraina: Saya Siap Negosiasi Akhiri Perang dengan Putin
  • Presiden Ukraina: Bila Negosiasi Putin Gagal Bisa Perang Dunia 3
  • Prancis Sita Rp13,4 Triliun Aset Oligarki Rusia

Sebaliknya, kata Qin, yang dilakukan China adalah mengirim makanan, obat-obatan, kantong tidur, dan susu formula, bukan senjata dan amunisi ke pihak mana pun.

Baca Juga :  Resimen Azov vs Pasukan Rusia Terlibat Tempur Sengit di Mariupol

China dan Rusia yang sama-sama punya rasa membenci AS, enggan mengkritik Rusia atas invasi ke Ukraina. China tetap pada pendiriannya meski banyak desakan dari AS, Inggris, bahkan Presiden Ukraina Volodymyr Oleksandrovych Zelenskyy.

Qin yang diwawancarai di acara CBS, ‘Face The Nation’, mengatakan, pihaknya mempromosikan pembicaraan damai dan mendesak segera gencatan senjata.

Kata dia kecaman publik dan desakan banyak negara di Barat pada Rusia ‘tidak membantu’. Qin menyebut yang dibutuhkan ‘keberanian’ dan ‘diplomasi yang baik’.

Baca Juga :  Zelensky Tegur Israel: Kenapa Ogah Pasok Senjata ke Ukraina?

Kementerian Luar Negeri China sudah mengatakan Barat harus mempertimbangkan masalah keamanan Rusia.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Minggu meminta China mengutuk invasi Rusia.

“Seiring berjalananya waktu, dan saat kekejaman Rusia meningkat, saya pikir semakin sulit dan memalukan secara politis bagi orang-orang, baik secara aktif maupun pasif, memaafkan invasi Putin,” kata Johnson.

Mikhailo Podolyak, penasihat utama Presiden Ukraina Zelensky, sudah memohon pada China mengutuk Rusia.

(fea)

[Gambas:Video CNN]

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Targetkan Kunjungan Wisman Singapura 3,6 Juta Orang, Sandiaga Uno: Dorong Ekonomi Baru & Ciptakan Lapangan Kerja

News

Sempat Catat Rekor, IHSG Hari Ini Ditutup Melandai ke 7.203

News

Cerita Warga Sekutu Rusia Anggota CSTO Ikut Perang Bela Ukraina

News

Ukraina Klaim Hancurkan Kapal Perang Rusia di Berdyansk

News

Xavi Tak Setuju Barcelona Disebut Favorit Juara Liga Europa 2021-2022

News

4 Rahasia Agar Dana Menikah Cepat Terkumpul ala MotionBanking

News

Puja-puji Legenda dan Tokoh Sepak Bola Dunia untuk Ronaldinho

News

Setelah Di Tepung Tawari Ulama , PAS Aceh Pidie Jaya Bertandang Ke KIP