Home / News

Kamis, 14 April 2022 - 06:35 WIB

Covid China Meledak hingga Sri Lanka Minta Warga di Rantau Kirim Duit

REDAKSI

DUNIA, NOA

Sederet kabar meramaikan berita internasional Rabu (13/4), mulai dari China ancam hukum berat pelanggar aturan lockdown kala Covid-19 membeludak hingga Sri Lanka minta warga perantau kirim duit karena krisis.

1. Covid Membeludak, China Ancam Hukum Berat Pelanggar Lockdown

China mengancam bakal menghukum berat warga yang melanggar aturan lockdown, terutama di Shanghai, di mana kasus Covid-19 membeludak beberapa waktu belakangan.

“Mereka yang melanggar aturan akan berhadapan dengan hukum yang diberlakukan ketat oleh badan keamanan publik,” demikian pernyataan departemen kepolisian Shanghai pada Rabu (13/4), seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu berlanjut, “Jika perbuatan itu merupakan kejahatan, mereka akan diselidiki sesuai hukum.”

Selama pandemi, China memang dikenal menerapkan pendekatan nol-Covid. Mereka akan langsung menerapkan aturan ketat jika kasus Covid-19 terdeteksi di satu tempat.

Baca Juga :  5 Alasan Penting Biden-Xi Jinping 'Ngobrol' Bahas Rusia vs Ukraina

Kala Shanghai melaporkan rata-rata lebih dari 20 ribu infeksi virus corona sehari belakangan ini, pemerintah pun langsung bertindak keras.

[Gambas:Video CNN]

2. Pemimpin Chechen Terima Kasih ke RI soal Invasi Rusia di Ukraina

Pemimpin Chechen, Ramzan Kadyrov, berterima kasih kepada negara Muslim dunia, termasuk Indonesia, yang ia klaim telah mendukung Rusia bertarung melawan Ukraina.

“Atas nama 30 juta Muslim Rusia, saya ingin menyampaikan kepada Anda semua terima kasih yang setulus-tulusnya. Semoga Allah SWT senantiasa meridai (negara) Anda semua,” ucap Kadyrov melalui pernyataan yang dirilis Kedutaan Rusia di DUNIA.

Ia kemudian menjabarkan negara-negara yang dinilai memberikan dukungan dengan berkata, “Di antaranya adalah Saudi Arabia, Turki, Uni Arab Emirat, Pakistan, Palestina, Irak, Suriah, Iran, Libya, Indonesia, dan sebagainya.”

Baca Juga :  Perdana Menteri Yunani Positif Covid Usai dari Turki

Kadyrov menuturkan bahwa sebagai Muslim, dirinya merasa sangat puas lantaran seluruh dunia Islam dinilainya mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut Kadyrov, dukungan ini terlihat dari fakta tak ada satu pun negara Muslim yang menjatuhkan sanksi terhadap Rusia di tengah hujanan embargo dan boikot Barat.

3. Sri Lanka Bangkrut, Pemerintah Desak Warga Rantauan Kirim Duit

Sri Lanka mendesak warganya di luar negeri mengirim uang ke rumah guna membantu membeli kebutuhan pokok dan bahan bakar di tengah krisis ekonomi yang kian buruk.

Gubernur Bank Sentral, Nandalal Weeresinghe, mengatakan bahwa negara membutuhkan diaspora dan warga Sri Lanka di luar negeri untuk “mendukung negara pada saat yang genting ini dengan menyumbangkan devisa yang dibutuhkan.”

Baca Juga :  Inggris: Pasukan Rusia Kaget Hadapi Keganasan Perlawanan Ukraina

Weeresinghe menyampaikan seruan ini ketika Sri Lanka bangkrut dilanda krisis akibat pemerintah gagal membayar utang luar negeri senilai Rp732 triliun usai kehabisan devisa untuk mengimpor barang pokok.

Ia kemudian mengumumkan, pemerintah telah membuka rekening bank untuk sumbangan dari warga di Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

“Bank Sentral akan memastikan bahwa transfer mata uang asing tersebut akan digunakan hanya untuk impor kebutuhan pokok, termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan,” kata Weeresinghe pada Rabu (13/4), seperti dikutip AFP.

(has)

[Gambas:Video CNN]

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Gubernur Aceh jadi Pembicara Utama Webinar N-219 PTDI

News

Bakal Ambil Alih Chelsea, Begini Rencana Ambisius Konsorsium Arab Saudi untuk Klub

News

Rudy Salim Terseret Kasus Binomo Indra Kenz, Intip Jejak Sumber Kekayaannya

News

Sekda Semangati Guru Gurdacil – BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA ACEH

News

Terkait Putusan Tanah Milik KUD Ingin Jaya, Muslizar MT: Ketua Pengadilan Abdya Harus Tinjau Ulang

News

KIP Pidie Jaya Terima 12,584 Segel Plastik Kotak Suara Pemilu 2024

News

Bendera Baru Afghanistan Versi Taliban: Tonjolkan Kalimat Syahadat

News

Kemenperin Pastikan Pabrik Makanan Tak Pakai Minyak Goreng Sawit DMO