Home / Hukrim / Nasional / News

Rabu, 16 Februari 2022 - 14:11 WIB

Empat Mantan Komisaris Garuda Diperiksa Dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat

REDAKSI - Penulis Berita

NOA | Jakarta – Kejaksaan Agung RI memeriksa 4 saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia.

“Melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang saksi,” kata Kepala Pusat Penerangan Kejagung Leonard Eben Ezer dalam keterangan tertulis, pada Selasa (15/2/2022).

Leonard merinci para saksi yang diperiksa adalah:

1. Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2019 inisial SLG.
2. Komisaris PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2012 inisial ARA.
3. Komisaris PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2014 berinisial DO.
4. Komisaris PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2014 berinisial MI.

Baca Juga :  Pembangkit Nuklir Dikuasai Tapi Laju Pasukan Rusia di Kiev Lambat

Semua saksi diperiksa terkait mekanisme pengadaan pesawat udara.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi,” kata Leonard.

Adapun penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus memulai penyelidikan kasus dugaan korupsi di Garuda sejak 15 November 2021 dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyelidikan Nomor Print-25/Fd.1/2021. Dugaan korupsi penggelembungan harga sewa pengadaan pesawat ATR 72-600 terjadi pada masa Kepemimpinan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, yang saat ini ditahan terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce pada PT Garuda Indonesia.

Baca Juga :  Tersangka Baru Kasus Migor, SA Institut Beri Apresiasi: Kejaksaan Agung Progresif

Dalam penyidikan kasus itu, Kejagung sebelumnya sudah memeriksa sejumlah saksi. Beberapa saksi yang diperiksa di antaranya Direktur Utama PT Garuda Indonesia IS hingga Direktur PT Citilink Indonesia tahun 2012 sampai 2014 berinisial MAW.

Terkait perkara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah melaporkan sejumlah bukti hasil audit dan laporan yang diduga terkait kasus korupsi ke Kejaksaan Agung pada 11 Januari 2022.

Baca Juga :  Forget That Facelift - "Wrap" Your Face into Shape

Menurut dia, korupsi tersebut diduga berkaitan dengan pembelian pesawat ATR 72 seri 600.

Erick mengatakan, laporan ini bukan hanya sekadar tuduhan. Sebelum melaporkan bukti, menurutnya, sudah dilakukan investigasi terkait penyewaan Pesawat ATR 72 oleh Garuda Indonesia. Dari hasil investigasi didapatkan data-data valid mengenai dugaan korupsi dalam pembelian pesawat ATR 72 seri 600.

“Garuda ini sedang tahap restrukturisasi, tetapi yang sudah kita ketahui juga secara data-data valid memang dalam proses pengadaan pesawat terbangnya, leasing-nya itu ada indikasi korupsi dengan merek yang berbeda-beda,” kata Erick. (R)

Share :

Baca Juga

News

Penalti Karim Benzema Bawa Real Madrid Memimpin 1-0 atas Celta Vigo

News

SDN 3 Ulim Kembali Laksanakan Ujian berbasis android

News

Proyek Rekonstruksi Sungai Lawe Alas Diduga Dikerjakan Tak Sesuai Specifikasi Teknis

News

Pertemuan IPU ke-144 Dapat Menstimulus Ekonomi Global

News

Asyik, Damri Siapkan 105 Bus untuk Mudik Gratis Lebaran 2022

News

Perusahaan Riset Pemasaran Bidang Halal Pertama di Indonesia Resmi Meluncur

News

Langgar Aturan, Carlos Sainz Terancam Kehilangan Podium F1 GP Arab Saudi 2022

News

Allegri Minta Pemain Juventus Anggap Laga Kontra Villarreal Layaknya Final