Home / Hukrim / Nasional / News

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:03 WIB

Kejagug Kembali Tetapkan 2 Tersangka Dalam Perkara Komoditas Timah

REDAKSI

Direktur Penyidikan JAMPIDSUS Kejagung, Kuntadi. (ist)

Direktur Penyidikan JAMPIDSUS Kejagung, Kuntadi. (ist)

Jakarta – Direktur Penyidikan JAMPIDSUS Kejagung, Kuntadi mengatakan, Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) kembali menetapkan 2 orang TERSANGKA baru, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022, dalam keterangan pers kapuspenkum Kejagung RI yang diterima, Jakarta, Rabu 21 Februari 2024.

“Sampai saat ini Tim Penyidik telah telah memeriksa total 135 orang saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan dikaitkan dengan alat bukti yang cukup,” kata Kuntadi di Jakarta, Rabu ( 21/02/2024).

Sambungya, Kuntadi menegaskan,  hari ini Tim Penyidik telah menaikkan status 2 orang saksi menjadi Tersangka yakni:

Baca Juga :  Kopi Indonesia Potensial untuk Go International dan Merajai Pasar

1. SP selaku Direktur Utama PT RBT.

2. RA selaku Direktur Pengembangan Usaha PT RBT.

Terkait posisi kasus dalam perkara  ini yaitu:

Pada tahun 2018, Tersangka SP bersama Tersangka RA sebagai direksi PT RBT menginisiasi pertemuan dengan Tersangka MRPT alias RZ selaku Direktur Utama PT Timah Tbk dan Tersangka EE selaku Direktur Keuangan PT Timah Tb untuk mengakomodir penambangan timah ilegal di wilayah IUP PT Timah Tbk;

Dalam pertemuan itu, Tersangka SP dan Tersangka RA menentukan harga untuk disetujui Tersangka MRPT, serta siapa saja yang dapat melaksanakan pekerjaan tersebut ,” Pungkasnya

Kemudian kegiatan ilegal tersebut disetujui dan dibalut oleh Tersangka MRPT dan Tersangka EE dengan perjanjian seolah-olah ada kerja sama sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan PT Timah Tbk;

Baca Juga :  Menparekraf: Belanja Produk Lokal Lampaui Rp214 Triliun Jadi Bukti Ekonomi Mulai Bangkit

Lalu Tersangka SP dan Tersangka RA bersama-sama dengan Tersangka MRPT dan Tersangka EE menunjuk perusahaan-perusahaan tertentu sebagai mitra untuk melaksanakan kegiatan tersebut yaitu, PT SIP, CV VIP, PT SBS, dan PT TIN;

“Pelaksana kegiatan ilegal tersebut selanjutnya dilaksanakan oleh perusahaan boneka yaitu CV BJA, CV RTP, CV BLA, CV BSP, CV SJP, CV BPR, dan CV SMS yang seolah-olah dicover dengan Surat Perintah Kerja pekerjaan borongan pengangkutan Sisa Hasil Pengolahan (SHP) mineral timah,” Ujar Dirdik JAMPIDSUS Kejagung itu.

Baca Juga :  Terancam Sanksi, China Didesak Cabut Dukungan terhadap Rusia

Kemudian Kuntadi menyampaikan, untuk Pasal yang disangkakan kepada kedua tersangka adalah Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Untuk kepentingan penyidikan, Tersangka SP dan Tersangka RA dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari ke depan, terhitung mulai tanggal 21 Februari 2024 s/d 11 Maret 2024 “. Tutup Kuntadi. (fi/rel)

Share :

Baca Juga

News

Maulid Sirulmubtadin Sejalan dengan Pengukuhan Ketua Kordinator Ranting Kecamatan oleh Ketua Sirulmuftadin Pusat

News

Menjaga Semangat Berinovasi Membawa Patra Jasa Sabet 2 Anugerah BUMN

News

Kementan Dukung Usaha Petani Milenial melalui Hibah Kompetitif

News

BCA Mobile Error, Ini Penjelasan Bank BCA

News

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

News

VIDEO: Polisi Israel Tangkapi Warga Palestina Imbas Bentrok Al-Aqsa

News

Australia Akan Bantu Ukraina Rudal dan Senjata Rp278 M

News

Kandaskan Jakarta BNI 46, Surabaya Bhayangkara Samator ke Grand Final Proliga 2022