Kejahatan Soceng Semakin Marak, OJK Terapkan Langkah Pencegahan - NOA.co.id
   

Home / News

Rabu, 22 Juni 2022 - 19:41 WIB

Kejahatan Soceng Semakin Marak, OJK Terapkan Langkah Pencegahan

REDAKSI

JAKARTA – Dalam upaya meminimalisir korban kejahatan soceng atau Social Engineering , Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk aparat keamanan dalam penanganan kasus-kasus kejahatan di sektor jasa keuangan .

Baca Juga: 2 Ajian OJK Bantu Industri Keuangan Tangkal Kejahatan Siber

Selain itu OJK juga meminta masyarakat untuk dapat berpartisipasi melakukan pelaporan kepada pihak yang berwajib atau melakukan pengaduan konsumen melalui berbagai kanal yang dimiliki OJK antara lain melalui Kontak OJK 157, whatsaap 081157157157 atau email : konsumen@ojk.go.id.

Baca Juga :  OJK Atur Perusahaan Pembiayaan agar Tak Sembarang Main Saham

“Data sampai dengan 16 Juni 2022, pengaduan yang masuk ke OJK terkait dengan Fraud Eksternal (penipuan, pembobolan rekening, skimming, cyber crime) tercatat sebanyak 433 laporan dari total keseluruhan pengaduan sebanyak 5.940 laporan,” jelas Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo kepada MPI, Rabu (22/6/2022).

Praktik penipuan dengan cara mengelabui masyarakat untuk mendapatkan data atau informasi yang dibutuhkan belakangan ramai muncul menyasar nasabah perbankan.

Praktik penipuan tersebut biasa disebut dengan “social engineering” atau soceng yang adalah cara untuk mengelabui atau memanipulasi korban agar bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan.

Baca Juga :  Dukung Pengesahan APBA 2024 Melalui Pergub, APAM : Pj Gubernur Jangan Gentar dengan Gertak Sambal Dewan

Sementara itu ia juga mengungkapkan bahwa OJK telah menyusun menerbitkan Consultative Paper (CP) Keamanan Siber Bank Umum yang merupakan standar minimal yang harus dipenuhi Bank dalam menerapkan manajemen risiko keamanan siber, selanjutnya CP tersebut akan dituangkan jadi Peraturan OJK.

Dengan ini Bank harus menerapkan kebijakan manajemen risiko keamanan siber antar lain memiliki program untuk meningkatkan kesadaran karyawan dan nasabah terkait kerentanan siber yang berkembang saat ini, misalnya social engineering dan cara melakukan pencegahannya.

Baca Juga :  Kebijakan OJK Sukses Tarik Minat Perusahaan Besar untuk IPO

Baca Juga: Awas Kejahatan Phising, BI Wanti-wanti Jangan Bagikan Informasi Pribadi

Ditambah serta menetapkan proses penerimaan dan penanganan laporan kerentanan, termasuk penyediaan sarana bagi nasabah untuk membuat laporan kepada Bank, serta melakukan evaluasi efektivitas program dimaksud.

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Melirik Peluang, Indonesia Ambil Bagian dalam Pameran Kopi Terbesar di AS

News

Gubernur Didampingi Sekda Aceh Donor Darah di RSUDZA

News

Donor Darah ASN Pemerintah Aceh Bertambah Lagi 49 Kantong Hari Ini

News

Tgk. Amran: Aceh Selatan Kehilangan Salah Seorang Putra Terbaik

News

DPRK Pidie Jaya Gelar Rapat Paripurna Pemberitahuan Pemberhentian Bupati Dan Wakil Bupati

News

ODGJ Meningkatkan di Abdya, Kapolres Minta Keuchik Bantu Awasi

News

Respons Permintaan Gubernur Nova, AirAsia Buka Rute Baru Banda Aceh-Kualanamu

News

Realisasi APBN Berdasarkan Penilaian IKPA Triwulan II tahun 2022, Aceh Tertinggi Secara Nasional

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!