Home / News

Senin, 26 Februari 2024 - 10:50 WIB

Kemlu Melalui KJRI Penang membantu dua nelayan Aceh kembali ke tanah air  

REDAKSI

Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih ( Tengah ), 
Lusy Surjandari Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Penang ( Kedua Kanan ) dan Mayor Laut (P) Sumar Sadewo - Liaison Officer TNI Angkatan Laut ( Pertama Kanan ) saat bertemu dua nelayan aceh di Depot Imigrasi Belantik, Minggu (25/02/2024).

Konsul Jenderal RI Penang Wanton Saragih ( Tengah ), Lusy Surjandari Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Penang ( Kedua Kanan ) dan Mayor Laut (P) Sumar Sadewo - Liaison Officer TNI Angkatan Laut ( Pertama Kanan ) saat bertemu dua nelayan aceh di Depot Imigrasi Belantik, Minggu (25/02/2024).

Malaysia – Kementerian luar negeri melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, telah berhasil memulangkan dua nelayan Indonesia asal provinsi aceh,  Asnawi dan Zuhdi.

Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih mengatakan bahwa keberhasilan pembebasan dua nelayan asal kabupaten Aceh Utara tersebut dari tahanan IPD Kuala Muda Kedah adalah berkat kerja sama yang baik dengan pihak otoritas terkait.

ini merupakan wujud gerak cepat dan komitmen Satgas Pelindungan WNI KJRI Penang, dalam menangani kasus-kasus yang menimpa warga Indonesia di Wilayah Kerja KJRI Penang ” ujar Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, dalam keterangan yang disampaikan kepada noa.co.id, Penang , Senin (26/02/2024) waktu setempat.

Baca Juga :  Tergerus Air, Pembesian Proyek Rekonstruksi Sungai Lawe Alas Rusak

Pemulangan dua nelayan aceh dilakukan pada tanggal 25 Februari 2024, pukul 16.40 waktu Penang, dengan menggunakan pesawat rute Penang – Medan.

” saat ini, kedua nelayan asal aceh sudah tiba di Bandara Kuala Namu dan telah diterima oleh PSDKP Belawan untuk melanjutkan perjalanan ke Aceh ” pungkasnya.

Wanton Saragih juga mengungkapkan, Berawal dari Informasi Kementerian KKP pada tanggal 5 Februari 2024, Kedua nelayan tersebut ditahan karena dianggap oleh otoritas setempat telah memasuki wilayah perairan Malaysia tanpa memiliki dokumen yang sah.

Baca Juga :  Mahkamah Syar’iyah Jantho - Dinkes Abes Teken MoU SI - ANTARIKSA

Langkah Selanjutnya, Satgas Pelindungan WNI KJRI Penang melakukan komunikasi dengan IPD (Polres) Kuala Muda Kedah, diikuti dengan kunjungan Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih bersama pejabat di lingkungan KJRI Penang ke IPD Kuala Muda Kedah, kantor polisi yang menahan kedua nelayan pada tanggal 12 Februari 2024.

Baca Juga :  Dua Atlit Taekwondo Simeulue Berhasil Raih Dua Mendali Perunggu di Ajang Popda Aceh Barat

Saat pertemuan, pihak KJRI Penang berhasil menyamakan persepsi dengan pihak IPD Kuala Muda Kedah bahwa kedua nelayan yang memasuki wilayah perairan Malaysia tanpa sengaja, diakibatkan oleh kerusakan mesin kapal yang mereka tumpangi.

Sebelumnya, dua nelayan aceh pada tanggal 31 Januari 2024 pergi untuk mencari ikan. Kemudian Pada tanggal 1 Februari 2024, kapal yang mereka tumpangi mengalami musibah kerusakan mesin sehingga menyebabkan kapal terbawa arus dan hanyut hingga memasuki wilayah perairan Malaysia pada tanggal 3 Februari 2024. (***)

Editor: Nazar

Share :

Baca Juga

News

Terkait Risiko Mikroplastik, Konsumen Tak Perlu Khawatir

Aceh Barat

Komunitas Anak Muda Santuni Anak Yatim Se-Kecamatan

Nasional

‘Crazy Rich’ Rusia Kena Sanksi Barat, Siapa Saja Mereka?

News

Mariupol Ukraina Digempur Habis-habisan, Apa Pentingnya bagi Rusia?

News

Roket Hantam Area Dekat Kilang Minyak Irak, Ditembak dari Dalam Negeri

News

Korut Uji Satelit Mata-mata, Diduga Bersiap Tembak Rudal Jarak Jauh

News

Mantan Bek Arsenal Gabung Pasukan Pertahanan Ukraina, Patrick Vieira Khawatir

News

Asabri Serahkan SRKK untuk 2 Prajurit Marinir TNI yang Gugur di Nduga