Home / Kementrian / Nasional / News

Rabu, 20 Maret 2024 - 19:27 WIB

Rohingya Berpotensi Mengancam Kedaulatan dan Keamanan Negara  

Penulis: Farid Ismullah

Foto : Dok.Noa.co.id

Foto : Dok.Noa.co.id

Banda Aceh – Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala M Gaussyah mengatakan imigran etnis Rohingya yang berdatangan ke Indonesia bukanlah pengungsi, tetapi imigran gelap, masuk tanpa dokumen perjalanan luar negeri.

“Mereka bukan melarikan diri karena keadaan tidak aman, sehingga mereka tidak bisa dikatakan sebagai pengungsi. Jadi, Rohingya yang ada di Aceh bisa dikembalikan ke tempat penampungan di Bangladesh,” kata M Gaussyah.

Sambungya, kalau imigran etnis Rohingya dibiarkan menetap di Indonesia, termasuk Aceh, mereka membaur dalam waktu lama, sehingga berpeluang menjadi warga negara Indonesia.

“Jadi, persoalan Rohingya ini harus segera diselesaikan, sehingga tidak menjadi permasalahan di kemudian hari, sebab ini berpotensi mengancam kedaulatan dan keamanan negara,” kata M Gaussyah, Rabu(20/3/2024).

Baca Juga :  Mengungkap Kekayaan Cucu Pewaris LOreal, Wanita Berharta Rp1.278 Triliun

Apabila mereka melahirkan anak di Indonesia, dengan sendirinya si anak tersebut menjadi warga negara Indonesia. Dan ini aturan perundang-undangan yang mengaturnya, kata M Gaussyah.

Akademisi yang juga Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Jawa Barat, Prof Dr Hikmahanto Juwana menyarankan imigran etnis Rohingya yang ada di Indonesia, termasuk Aceh, dipulangkan ke tempat penampungan asal mereka di Bangladesh.

“Seharusnya mereka dipulangkan ke tempat penampungan asal di Bangladesh. Pemulangan mereka ke tempat penampungan tidak melanggar hukum internasional,” kata Hikmahanto Juwana di Banda Aceh, Rabu

Baca Juga :  275 Saham Melempem, Sesi I IHSG Hari Ini Tertekan di 6.940

Pernyataan tersebut disampaikan Hikmahanto Juwana pada fokus grup diskusi membahas peranan pemerintah tentang langkah solusi dalam menanggapi imigran etnis Rohingya.

Menurut Hikmahanto, imigran etnis Rohingya yang berdatangan ke Indonesia bukanlah pengungsi yang jiwanya terancam. Sebab, selama ini mereka ditampung dan dibiayai di sejumlah tempat pengungsian di Bangladesh.

Mereka meninggalkan tempat penampungan di Bangladesh dengan alasan untuk mendapatkan kewarganegaraan dari negara lain. Padahal, di tempat penampungan tersebut mereka juga meminta suaka ke negara lain.

Baca Juga :  Malam pertama shalat Tarawih pengungsi imigran etnis rohingya di Balai Meuseuraya Aceh (BMA)

“Yang dinamakan pengungsi itu kalau meninggalkan tempat asal karena jiwa mereka terancam. Kita salah apabila mereka dipulangkan ke daerah asal Rakhine, Myanmar. Tapi, ini dipulangkan ke tempat penampungan di Bangladesh. Jadi, tidak ada aturan internasional yang dilanggar,” katanya.

Hikmahanto Juwana menyebutkan Indonesia terbebani apabila Rohingya terus berdatangan. Selain memunculkan konflik sosial dengan masyarakat lokal, juga akan terbebani dari sisi anggaran apabila tidak ada lagi bantuan dari UNHCR, lembaga PBB yang mengurusi pengungsian.

Editor: Amiruddin. MKSumber: https://antaranews.com

Share :

Baca Juga

News

Inggris Kirim 6.000 Rudal dan Dana Rp474 Miliar Bantu Ukraina

News

Sambut Wisatawan, Kepulauan Selayar Dilistriki PLTS Hybrid

News

Kanwil DJPb Provinsi Aceh Beri Penghargaan kepada Satker dengan Nilai IKPA Terbaik

News

Sekda Aceh Ingatkan Pihak Sekolah Rawat Fasilitas

Nasional

Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi Terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pembiayaan Ekspor Nasional Oleh LPEI Tahun 2013-2019

News

Ditopang Aliran Modal, IHSG Hari Ini Akan Begerak di Rentang 6.931-7.067

News

Biodata dan Agama Mario Aji, Pengukir Sejarah Indonesia di Mandalika

News

German Open 2022: Rinov/Pitha Fokus Hadapi Wakil Jepang di 16 Besar