Rusia Diklaim Kelimpungan Cari Pengganti Tentara Gugur di Ukraina - NOA.co.id
   

Home / News

Sabtu, 9 April 2022 - 08:16 WIB

Rusia Diklaim Kelimpungan Cari Pengganti Tentara Gugur di Ukraina

REDAKSI

DUNIA, NOA

Ukraina mengklaim Rusia sedang memutar otak mencari cara menambah jumlah pasukan setelah ribuan personelnya dilaporkan gugur sejak menginvasi berlangsung.

Ukraina mengklaim Rusia telah kehilangan 18.900 pasukannya sejak 24 Februari lalu, jumlah yang dinilai Moskow dilebih-lebihkan tanpa pernah mempublikasikan angka aslinya.

Menurut staf jenderal Angkatan Bersenjata Ukraina, kantor pendaftaran militer Rusia telah memperbesar usaha dua kali lipat untuk menambah jumlah tentara, salah satunya dengan menugaskan lagi mantan tentara.

“[Militer Rusia] tengah berupaya keras menambah kekuatan unitnya dengan sumber daya manusia tambahan,” tulis militer Ukraina di Facebook pada Kamis (7/4) dikutip CNN.

Ukraina mengatakan militer Rusia sekarang mewajibkan mereka yang telah berhenti dari dinas militer sejak 2012 bergabung kembali untuk membantu “operasi militer” Moskow.

Baca Juga :  Perang Rusia Ukraina Berkepanjangan Bikin Negara G20 Was-was

Beberapa eks tentara yang diwajibkan ikut serta dinas lagi yakni mantan pengemudi kendaraan militer, mekanik, spesialis pengintai, hingga komandan muda. 

Selain itu, Ukraina juga meyakini Rusia berencana mendaftarkan orang-orang pemegang paspor Rusia di wilayah Transnistria Moldova yang menjadi rumah bagi gerakan separatis.

Rusia memang memiliki pangkalan militer kecil di Transnistria sejak awal 1990-an, meski wilayah tersebut tidak berbatasan langsung dengan negeri beruang merah.

Namun, sejauh ini masih belum jelas bagaimana mereka bisa merekrut militer Rusia dalam jumlah yang signifikan.

Baca Juga :  Masa Bodoh Ancaman Rusia, Swedia-Finlandia Makin Dekati NATO
Pilihan Redaksi
  • Korban Tewas Serangan di Stasiun Kereta Ukraina Tambah Jadi 50 Orang
  • Slovakia Sumbang Sistem Pertahanan Udara S-300 Eks Soviet ke Ukraina
  • 164 Mayat Warga Sipil Korban Pembantaian Bucha Ditemukan

Sebelumnya, banyak laporan beredar bahwa pasukan Rusia di Ukraina sudah kekurangan logistik, amunisi, hingga kehilangan arah komando.

Intelijen Barat bahkan mengklaim banyak tentara Rusia di Ukraina yang ogah-ogahan melaksanakan perintah dari pusat, memberontak, hingga menembak pesawat kubu sendiri.

Meski begitu, Rusia kekeh masih akan meneruskan agresi. Akhir Maret lalu, Moskow menyatakan fase pertama perang di Ukraina selesai dan kini akan berfokus menggempur wilayah timur negara itu, seperti Donbas.

Baca Juga :  Garuda Kembalikan Sisa Dana Talangan Rp7,5 Triliun ke Kas Negara

Sejumlah pejabat Barat menilai Rusia tengah menyusun strategi untuk serangan baru yang lebih besar, termasuk menambah pasukan.

Awal April lalu, Inggris melaporkan Rusia kembali mengerahkan pasukan dari Georgia ke Ukraina untuk terus melanjutkan agresi.

Sekitar 1.200 hingga 2.000 pasukan Rusia tengah dikerahkan kembali ke kelompok Batalion Taktis 3X.

Menurut pejabat Barat, Moskow berencana merebut sebanyak mungkin wilayah di bagian timur Ukraina termasuk Donbas.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Asisten 3 Minta CPNS Miliki Integritas Kala Bertugas

News

Cabuli Anak Tiri, Buruh Harian Lepas Diamakan Polisi

News

Harga Minyak Mentah Makin Mahal, Penggunaan BBM dan LPG Subsidi Diminta Bijak

News

Pertalite Bakal Jadi Primadona, Konsumsi Diproyeksi Naik 11 Persen

News

Sekda Tinjau UPTD Rumah Kemasan Aceh

News

Donor Darah Rutin Pemerintah Aceh, Disdik Dayah Kumpulkan 56 Kantong 

News

Ombudsman: Hasil Seleksi Beasiswa Aceh Kurang Informatif

News

Sahuti Penilaian Kemendagri, Zulkifli BI: PJ bupati Pidie diminta Gantikan Sekda