Home / News

Senin, 4 April 2022 - 17:11 WIB

Sekjen PBB Desak Investigasi soal Ratusan Warga Tewas di Bucha Ukraina

REDAKSI

DUNIA, NOA

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mendesak investigasi independen terkait laporan ratusan warga sipil yang tewas dibunuh pasukanĀ Rusia di Bucha, Ukraina.

“Saya betul-betul terkejut dengan foto-foto yang menunjukkan warga sipil terbunuh di Bucha, Ukraina. Penting untuk melakukan penyelidikan independen yang mengarah ke akuntabilitas efektif,” ujar Guterres pada Minggu (3/4), seperti dikutip AFP.

Pernyataan itu muncul usai pejabat Ukraina melaporkan sedikitnya 300 jenazah yang penuh luka terkubur di Kota Bucha.Foto dan video mayat-mayat itu juga tersebar di media sosial.

Terpisah, PBB menyatakan penemuan kuburan massal di kota itu menimbulkan pertanyaan serius soal kemungkinan kejahatan perang.

Baca Juga :  Penasihat Zelensky: Perundingan Ukraina dan Rusia Sudah Dimulai

“Apa yang kita ketahui sekarang jelas menimbulkan pertanyaan serius dan mengganggu soal kemungkinan kejahatan perang dan pelanggaran berat atas hukum internasional,” demikian pernyataan PBB.

Mereka kemudian menyatakan, “Kami sangat prihatin dengan foto dan video, termasuk rekaman jenazah dengan tangan terikat di belakang.”

Namun, PBB belum bisa memverifikasi jumlah jasad atau informasi yang lebih rinci mengenai laporan tersebut.

“Pada saat yang sama, kami tak bisa mengesampingkan di antara 300 atau lebih mayat yang dilaporkan oleh otoritas kota di jalan-jalan dan dikuburkan dalam beberapa hari terakhir, ada mayat tentara Ukraina atau Rusia yang tewas dalam pertempuran” tulis PBB.

Baca Juga :  Pesawat Boeing 757 Tergelincir di Kosta Rika Sampai Terbelah Dua

Para korban itu, sambung PBB,bisa saja warga sipil yang meninggal karena sebab alami, seperti serangan jantung atau kondisi kesehatan lain yang dipicu stres.

Selain itu, masalah akses yang terbatas ke pengobatan dan bantuan medis selama sebulan terakhir juga bisa menjadi penyebab mereka meninggal.

Meski demikian, menurut PBB, penting untuk menggali dan mengidentifikasi semua mayat, mengingat kemungkinan kejahatan perang.

“Ini penting agar kerabat bisa diberi tahu, dan penyebab pasti kematian ditetapkan untuk membantu memastikan akuntabilitas dan keadilan. Penting juga untuk mengambil semua tindakan untuk memastikan bukti,” kata mereka.

Baca Juga :  Zelensky Murka Lihat Kuburan Massal Korban Rusia: Ini Genosida

[Gambas:Video CNN]

Kecaman ini datang setelah pihak berwenang Ukraina melaporkan temuan 300 jasad yang diduga tewas akibat dibunuh pasukan Rusia di Bucha.

Wali Kota Bucha, Anatoliy Fedoruk, mengatakan tentara Rusia membunuh para warga, sementara pasukan Chechen mengontrol daerah itu. Temuan itu membuat Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, murka.

“Ratusan orang dibunuh. Warga sipil disiksa dan dieksekusi. Jenazah-jenazah berada di jalan. Area ranjau, bahkan ada jasad orang meninggal di ranjau,” ucap Zelensky.

Sementara itu, Rusia membantah tuduhan pembunuhan ini. Kremlin juga mengklaim tak ada warga sipil yang terluka akibat serangan pasukan Rusia.

(isa/has)

[Gambas:Video CNN]

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Disia-siakan Real Madrid, Hazard Diincar Rival Chelsea

News

Jelang German Open 2022, Fajar Alfian Keluhkan Singkatnya Waktu Persiapan

News

Penjabat Bupati Tinjau Pasar, Pedagang: Pemerintah Jangan Hanya Tinjau

News

FS Tersangka, Ketua Setara Institute: Kapolri Lulus Ujian Terberat

News

Roman Abramovic Konfirmasi Bakal Jual Chelsea

News

Paul Munster Bicara Peluang Juara Bhayangkara FC di Liga 1 2021-2022

News

Bikin Haru, Momen Perpisahan Pratama Arhan di Ruang Ganti PSISnbsp;

News

9 WNI yang Terjebak di Chernihiv Ukraina Berhasil Dievakuasi