Home / News

Minggu, 22 Mei 2022 - 12:01 WIB

Subsidi Pertalite Bengkak Bisa Bikin APBN Tekor, Ini Saran Ekonom

REDAKSI - Penulis Berita

JAKARTA – Kenaikan harga komoditas energi dan minyak mentah global membuat banyak negara harus mengambil langkah penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) atau menggelontorkan lebih banyak anggaran untuk subsidi.

Pemerintah Indonesia pun mengambil langkah yang sama untuk BBM jenis Pertamax, yaitu naik dari Rp9.000 menjadi Rp12.500 per liter sejak 1 April 2022. Namun, untuk harga BBM jenis Pertalite masih ditahan agar tidak ikut naik.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, pemerintah berupaya menahan agar harga Pertalite tetap di angka Rp7.650 per liter meskipun harga minyak global meninggi.

Baca Juga :  APBN Punya Penyakit Dalam, Ekonom Didik Rachbini Sebut Indonesia Mujur Disayang Tuhan

Baca juga: Sri Mulyani Minta Tambah Anggaran Subsidi Energi Rp74,9 T, Sinyal Kenaikan BBM dan LPG?

Kendati demikian, dia pun mengingatkan agar kesehatan dan ketahanan fiskal APBN harus dipertahankan. “Subsidi dari APBN itu gede sekali. Masalahnya adalah tahan kita sampai kapan? kalau perangnya (Rusia-Ukraina) gak rampung-rampung,” ujar Jokowi, dikutip Minggu (22/5/2022).

Baca Juga :  Beli BBM Pertalite Mau Diatur Pakai MyPertamina, Mekanismenya Bagaimana?

Terkait hal tersebut, ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan, pelebaran subsidi untuk Pertalite sebenarnya bukan hanya disebabkan karena acuan minyak mentah naik melainkan juga akibat migrasi dari pengguna Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga Pertamax.

Baca juga: Sejak Harga Pertamax Naik, Orang Ramai-ramai Migrasi ke Pertalite

“Kesiapan APBN bisa dilihat dari alokasi subsidi energi yang idealnya ditambah menjadi Rp250 triliun,” ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia (MPI.

Baca Juga :  Pasokan BBM dan LPG Subsidi Dijamin Aman, Legislator: Masyarakat Jangan Khawatir

Menurut dia, pemerintah masih bisa melakukan realokasi anggaran untuk menambal selisih harga keekonomian dan subsidi Pertalite.

“Problemnya adalah apakah pemerintah mau korbankan beberapa proyek yang masih direncanakan? Karena penghematan dari anggaran infrastruktur lebih urgent sebagai strategi mengendalikan inflasi energi,” tandasnya.

(ind)

Sumber Berita

Share :

Baca Juga

News

Menteri Teten Wanti-wanti Barang Impor yang Distempel Produk Lokal

News

Laba MNC Kapital Meroket, HT Apresiasi Tim BCAP

News

Dipepet Liverpool, Laporte: Man City Tidak Takut

News

Hanya Libur di Hari Raya 1 Syawal, BSI Region Aceh Tetap Buka di 54 Kantor Cabang

News

Libur Panjang Nggak Ngaruh ke Kunjungan Mal, Ini Sebabnya

News

VIDEO: Rusia Peringatkan AS soal Kiriman Bantuan Militer Ukraina

News

Dirut IBL Janjikan IBL All-Star 2022 Bakal jadi Momen Tak Terlupakan Pecinta Basket Tanah Air

News

Kementan Dukung Pengembangan Petani Milenial Kalimantan Selatan