Home / News / Pidie Jaya

Jumat, 3 September 2021 - 20:43 WIB

Vatamorgana PGRI Pidie Jaya Yang Hidup Dalam Bayang Semu Semata

REDAKSI - Penulis Berita

NOA | Pidie Jaya – Persatuan Guru Republik Indonesia ( PGRI ) Kabupaten Pidie Jaya bagaikan pohon rindang yang terlihat di tengah padang pasir

Hal tersebut di ucapkan oleh Misran salah satu guru sekolah Dasar di Bandar Baru Pidie Jaya, ( Jum’at , 2/9/2021)

” Vatamorgana PGRI Pijay terlihat jelas dalam kurung waktu hampir dua tahun belakangan ini bisa dikatakan hidup segan matipun tidak mau” jelas Misran

Lebih lanjut Misran mengatakan bahwa selama ini PGRI Pidie Jaya adalah sebuah organisasi yang tidak bertuan, terlihat jelas pasca tertundanya kongres yang pernah di laksanakan beberapa waktu yang lalu.

” Kami para guru di Pidie Jaya sangat mengharapkan campur tangan dari provinsi untuk terlaksananya kongres PGRI di Pidie Jaya, karena sungguh sangat di sayangkan apabila PGRI yang di gadang gadangkan sebagai organisasi profesi guru yang profesional tapi kenyataannya hanya restorika dalam perjalanannya “

Baca Juga :  AS dan Negara Barat Pertimbangkan Cabut Keanggotaan Rusia dari G20

Bagaimana tidak tambah Misran , tiap bulan gaji para guru di potong untuk PGRI walau hanya 4000 sampai 5000, tapi sampai saat ini belum ada laporan penggunaan anggaran tersebut, inilah yang dikatakan Vatamorgana dalam restorika,

Hal senada juga disampaikan oleh sekretaris PGRI Kecamatan Bandar Dua Pidie Jaya, Khaidir Anwar. S, Pd

” Walupun jabatan selaku sekretaris PGRI Kecamatan, saya dan kawan-kawan di kecamatan yang lain di Pidie Jaya tidak bisa berbuat banyak, sudah Kami coba melaksanakan kongres beberapa waktu yang lalu yang bertempat di Oprom Kantor Camat Meureudu, tapi semua sia sia karena kongresnya ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan “

Baca Juga :  Arief Sang Pengusaha Muda Yang Pantang Menyerah

Tambah Khaidir, pada kongres yang tertunda tersebut ada beberapa usulan bakal calon yang bermunculan diantaranya, Saiful, M.Pd ( mantan Kadisdik ) , Jamian, M.Pd ( Inspektur ), Syarifuddin, M.Pd ( Kadispora) Mukhlis, M.Pd ( Kepsek SD 3 Ulim) dan ada beberapa lagi yang kesemuanya adalah pemerhati dan pelaku pendidikan di Pidie Jaya, Imbuh Khaidir

Muhklis, M.Pd salah satu bakal calon pengurus PGRI Pidie Jaya dihubungi media ini membenarkan terjadinya penundaan Kongres yang pernah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu,

Dalam kesempatan ini dirinya mengatakan, terhentinya konferensi daerah PGRI Pidie Jaya telah melukai nilai nilai demokrasi di tubuh organisasi profesi guru, ini yang sangat kita sayangkan, Kondisi ini tidak hanya merugikan organisasi itu sendiri dan malah akan berdampak juga hilangnya kepercayaan guru terhadap organisasi ini.

Baca Juga :  Dua Siswi MAN Aceh Barat Daya Raih Prestasi Tingkat Nasional

Terkait dengan sikap pengurus Provinsi , Saya melihat mereka tidak memiliki strength untuk mengambil sikap dengan kondisi ini. Saya kurang mengerti dengan sikap pengurus provinsi, terakhir yang saya tau beberapa pengurus provinsi pernah melakukan pertemuan dengan Kadis Pendidikan Pijay, bagaimana tindak lanjut nya kami tidak tau, karena dalam pertemuan tersebut kami juga tidak dilibatkan ” Imbuh Muhklis

Muhklis berharap dalam kunjungan pengurus Provinsi ke Pidie Jaya seyogyanya bisa dimamfaatkan untuk melakukan pertemuan dengan pengurus cabang, tetapi ini tidak dilakukan. Pungksanya ( RM)

Share :

Baca Juga

News

5 Jurus Pemerintah dan BI Mengendalikan Inflasi Tahun 2022

News

Jembatan Tutue Puteh Kota Sigli Jadi Tempat Sampah Warga

News

Langkah Pj Wali Kota Sabang Menarik Perhatian, Warga: Patut Kita Apresiasi

News

Bersama TNI-Polri, Masyarakat Desa Suka Karya Grebek Rumah Sewa

News

Rudal Hantam Kamp Militer Rusia, Diduga Ditembak Ukraina

News

Intip Perbandingan Harga BBM di Indonesia dan Negara Tetangga Saat Minyak Dunia Meroket

News

Kemang Pidie Jaya Gelar Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ( KMD) Tingkat Madrasah

News

TMMD Reguler ke-114 Kodim 0110 Abdya Diapresiasi