Home / Sport

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:20 WIB

Langkah PSAP Sigli Terhenti, Asa ke Liga 3 Pupus di Tengah Dugaan Ketidakadilan

mm Amir Sagita

Pemain PSAP foto bersama, (Foto.IST).

Pemain PSAP foto bersama, (Foto.IST).

Sigli – Di tengah teriknya cuaca Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mimpi besar itu perlahan memudar. Bukan karena minim perjuangan, bukan pula karena kalah kualitas. Tetapi, menurut banyak pihak di internal tim, perjalanan PSAP Sigli di Liga 4 Nasional seperti dipenuhi jalan terjal bernama ketidakadilan.

Apes memang nasib PSAP Sigli. Klub kebanggaan Kabupaten Pidie itu datang ke putaran nasional dengan membawa harapan besar masyarakat Aceh. Setelah melewati fase regional dengan perjuangan panjang, skuad berjuluk Laskar Aneuk Nanggroe ingin melanjutkan langkah menuju Liga 3. Namun kenyataan di lapangan berkata lain.

Bertanding di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, PSAP justru harus menghadapi tantangan yang disebut lebih berat dari sekadar lawan di atas rumput hijau. Sejumlah keputusan perangkat pertandingan dinilai merugikan tim, membuat perjuangan Ridha Ummami dan kawan-kawan akhirnya terhenti di tengah jalan.

Padahal, dari sisi permainan, PSAP menunjukkan penampilan yang tidak buruk. Tim asuhan Muhammad Yusri Syamaun alias Amat Tong tampil penuh determinasi. Mereka datang bukan sekadar menjadi pelengkap kompetisi. Semangat juang terlihat jelas dari bagaimana para pemain bertarung selama 90 menit, bahkan hingga peluit panjang dibunyikan.
Setiap pertandingan dilakoni dengan penuh pengorbanan.

Keringat bercucuran, fisik dikuras habis-habisan demi menjaga asa lolos ke fase berikutnya. Namun, bagi para pemain dan jajaran pelatih, perjuangan maksimal itu terasa sia-sia ketika keputusan-keputusan di lapangan dianggap tak berpihak.

Baca Juga :  Indonesia dan Malaysia Siap Berikan Tontonan Menarik di Laga Semifinal

Bahkan saat pemain PSAP sedikit saja bersentuhan dengan pemain lawan, wasit langsung meniup pluit pelanggaran, sehingga terlihat dicurangi. Seakan tidak bolah ada tim dari Aceh untuk berkiprah di tingkat nasional. Amat Tong selalu Ketua Umum PSAP Sigli sangat kecewa atas perilaku perangkat pertandingan terhadap timnya. “Kalau seperti ini perangkat pertandingan bagaimana kita bisa melangkah ke babak selanjutnya”, tegas dia.

Menurut Amat Tong, kecurangan-kecurangan yang dilakukan wasit terhadap pemain PSAP sudah terlihat dari pertandingan pertama. Seperti ada unsur kesengajaan untuk menyingkirkan PSAP dari Liga 4 Nasional, kekecewaan itu sangat dirasakan dirinya dan pemain, sehingga langkah mereka terhenti di pase 64 besar Liga 4 Nasional. “Sangat disayangkan jika seperti ini terjadi”, ungkapnya.

Nama-nama seperti Nasir Alaba, Aulia Fikri, Surya Anjas, Azwar hingga Muhammad Ridha alias Andi Cerol menjadi bagian dari skuad yang disebut telah memberikan segalanya untuk tim. Mereka bermain penuh semangat, menahan rasa sakit, mengabaikan kelelahan, demi menjaga marwah sepak bola Pidie di level nasional.

Tetapi rasa kecewa mendalam mulai terasa saat PSAP menghadapi Persigar Garut. Pertandingan yang seharusnya menjadi momentum penting justru meninggalkan cerita pahit.

Insiden paling disorot terjadi ketika salah seorang pemain PSAP terjatuh di dalam kotak penalti usai mendapat kontak keras dari pemain lawan. Situasi itu terjadi di depan mata wasit dan dinilai cukup jelas oleh kubu PSAP sebagai sebuah pelanggaran.

Baca Juga :  Piala Bupati Pidie, Menang Adu Penalti 5-4, L. Patra ke Semifinal

Harapan penalti pun sempat muncul dari bench pemain dan para suporter yang mengikuti jalannya laga. Namun keputusan yang keluar justru mengejutkan.
Alih-alih menunjuk titik putih, wasit malah menganggap insiden tersebut sebagai aksi diving. Pelanggaran justru diberikan kepada lawan. Keputusan itu langsung memantik reaksi keras dari kubu PSAP.

Trio pelatih Mukhlis Rasyid, Sadrijani, dan Herman tak mampu menyembunyikan kekecewaan mereka. Dari pinggir lapangan, protes dilayangkan dengan penuh emosi. Mereka mencoba meminta penjelasan atas keputusan yang dinilai merugikan tim. Namun sang pengadil lapangan tetap bergeming pada pendiriannya.

Momen tersebut disebut menjadi titik balik yang memengaruhi mental bertanding pemain.
Para pemain PSAP yang sebelumnya tampil disiplin mulai kehilangan fokus. Emosi menguasai permainan. Beberapa kesalahan elementer mulai muncul, koordinasi antarlini sedikit terganggu, dan ritme permainan tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.

Situasi itu dimanfaatkan lawan untuk keluar dari tekanan. Hingga akhirnya pertandingan harus berakhir imbang 1-1, hasil yang terasa pahit bagi tim asal Aceh tersebut.

Bagi sebagian orang, hasil imbang mungkin terlihat biasa saja. Namun bagi PSAP, laga itu menjadi simbol kekecewaan yang sulit diterima. Sebab di mata mereka, pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kualitas permainan, tetapi juga oleh keputusan-keputusan yang dianggap kontroversial.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Kadisparpora Aceh Besar Hadiri Pembukaan Turnamen DJBC Boxing Cup I 2025

Meski demikian, satu hal yang tak bisa dibantah adalah semangat juang para pemain PSAP Sigli. Mereka telah berusaha sekuat tenaga membawa nama Pidie dan Aceh di panggung nasional. Dari kick-off pertama hingga menit akhir, perjuangan tak pernah berhenti.
Langkah memang terhenti. Tiket menuju Liga 3 akhirnya gagal diraih.

Namun perjuangan Ridha Ummami dan kolega tetap meninggalkan cerita tentang keberanian bertarung hingga batas akhir. Kini, harapan masyarakat Pidie tinggal satu: evaluasi menyeluruh agar PSAP bisa kembali bangkit. Sebab sepak bola, seperti hidup, selalu memberi ruang untuk bangun setelah jatuh.
Dan bagi PSAP Sigli, mungkin perjalanan kali ini bukan akhir, melainkan awal dari tekad yang lebih besar untuk kembali.

Amat Tong sangat berterimakasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Pidie yang sudah ikut mendukung PSAP tampil di Liga 4. Kepada masyarakat Geumpang dan khususnya masyakat Kabupaten Pidie juga mengucapkan terimakasih sudah mendukung PSAP dan juga bagi sporter Laskar Aneuk Nanggroe.

“Saya atas nama pengurus dan pemain PSAP memohon maaf kepada masyarakat Pidie, karena PSAP terhenti di tengah jalan. Namun insyallah ke depan kita akan upayakan kembali”, pinta Amat Tong.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Chandra Kirana Dapat Penghargaan Dari Kapolres 

Aceh Barat

Pj Bupati Mahdi Jamu Kontingen PON Cabor Softball

Sport

Hadapi Liga 4, Bintang Aceh Datangkan Mantan Pemain PSMS Medan

Daerah

Selama PON XXI, BSI Aceh Buka Layanan Weekend Banking dan Optimalkan QRIS serta EDC

Sport

Gol Sigit Buyarkan Kemenangan Pasuruan United, PSAP Sigli Tahan Imbang 1-1

Sport

26 Peserta Ikuti Kursus Wasit C-3 di Pidie

Sport

PSAP Sigli Menang Tipis 1-0, Pastikan Status Juara Grup C

Opini

PORA 2026 dan Masa Depan Prestasi Aceh: Menjaga Skedul, Menjaga Pembinaan, Menjaga Marwah Olahraga Daerah