Home / Pemko Banda Aceh

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:38 WIB

90 Perempuan Ikuti Pelatihan Majelis Taklim, Illiza: Harus Ada Perubahan Nyata

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Pelatihan Pembinaan Majelis Taklim Perempuan di Hotel Kumala, Gampong Lamteh, Jumat (21/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Pelatihan Pembinaan Majelis Taklim Perempuan di Hotel Kumala, Gampong Lamteh, Jumat (21/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka Pelatihan Pembinaan Majelis Taklim Perempuan di Hotel Kumala, Gampong Lamteh, Banda Aceh, Jumat (21/8/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 90 peserta dari 20 majelis taklim se-Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh bersama anggota DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad melalui dukungan dana APBK Banda Aceh.

Mengusung tema “Penguatan Peran Majelis Taklim dalam Membangun Keluarga Qurani, Berakhlak dan Berdaya”, kegiatan tersebut digagas Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh sebagai salah satu program prioritas kepemimpinan Illiza-Afdhal.

Baca Juga :  Sekda Banda Aceh Buka Sosialisasi Pilchiksung 2025, Ingatkan Profesionalisme dan Persatuan Warga

Dalam sambutannya, Illiza menekankan agar keberadaan majelis taklim mampu memberikan perubahan nyata dalam kehidupan para jamaah, khususnya dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Jangan sampai kita datang ke majelis taklim hanya karena seragam dan berkumpul. Jangan menjadikan keagamaan sebagai ajang bisnis. Tujuannya adalah untuk mencari rida Allah. Ketika kita keluar dari majelis, harus ada perubahan dalam diri kita,” ujar Illiza.

Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk memperbaiki hubungan dalam keluarga, mendidik anak, meningkatkan akhlak, serta menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Baca Juga :  Dari Sejarah Menuju Masa Depan

“Kegiatan ini jangan berhenti di pelatihan. Harus benar-benar melahirkan perubahan dan memberikan dampak nyata bagi perempuan-perempuan yang hadir,” katanya.

Illiza berharap pelatihan pembinaan majelis taklim dapat berkembang menjadi gerakan dakwah dan pendidikan keislaman yang mampu memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Menurutnya, penguatan majelis taklim juga penting untuk membangun sinergi dalam menjangkau masyarakat serta mendukung pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Baca Juga :  Sekda Banda Aceh Buka Sosialisasi SP4N-LAPOR! di UIN Ar-Raniry, Ajak Mahasiswa Berani Lapor

Keberadaan majelis taklim dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu ruang bagi perempuan untuk memperoleh pengetahuan agama sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk. Asyibral Malasyi, menyampaikan dukungannya terhadap program pembinaan majelis taklim perempuan.

Ia menilai program tersebut penting untuk memperkuat kapasitas perempuan sebagai bagian utama dalam membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

“Program ini sangat penting untuk membina perempuan agar menjadi pilar keluarga yang Qurani dan berakhlak,” ujar Asyibral.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Wali Kota Banda Aceh Ajak Lestarikan Lingkungan dengan Tanam Pohon Multi fungsi

Pemko Banda Aceh

Disnaker Banda Aceh Resmikan LKS Bipartit PT Sumber Alfaria Trijaya Area Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Salurkan 17 Sapi dan 7 Kambing Qurban Iduladha 1447 H untuk Warga dan Dayah

Pemko Banda Aceh

Sahur di Pendopo, Mendagri Tito Karnavian Bahas Pembangunan Banda Aceh Bersama Wali Kota Illiza

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Kendalikan Situasi, Pasokan 1.670 LPG 3 Kg sudah Mulai Didistribusi

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Kukuhkan Pengurus Forum Anak dan Genre Periode 2025–2027

Pemko Banda Aceh

Illiza Resmikan Kelas Digital AI untuk Guru SD di Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Illiza Prioritaskan Penanganan Kemiskinan Ekstrem Berbasis Data Tepat Sasaran