Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menggelar jumpa pers di Ruang Operasional (Op Room) Kantor Bupati di Landing, Kecamatan Lhoksukon, Senin (16/2/2026), guna memaparkan perkembangan penanganan dan pemulihan pascabanjir.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah WA. Ia didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara Jamaluddin, Asisten III Bidang Administrasi Umum Dayan Albar, Sekda Kominfosan Hamdani, serta Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Tgk. Muntasir Ramli.
Dalam keterangannya kepada media, Bupati menyampaikan rencana pembagian daging meugang bagi korban banjir di seluruh gampong terdampak di Kabupaten Aceh Utara. Distribusi bantuan tersebut akan disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing desa.
Pemerintah daerah juga melaporkan progres penyaluran dana kompensasi bagi warga terdampak. Untuk menjaga transparansi, daftar penerima bantuan akan ditempel di setiap meunasah sehingga masyarakat dapat memeriksa langsung. Jika ditemukan ketidaksesuaian, warga diberi kesempatan menyampaikan keberatan melalui kepala desa.
“Alhamdulillah, hingga saat ini pembangunan hunian sementara (huntara) telah mencapai hampir 80 persen dari total 4.490 unit yang direncanakan. Sementara untuk jembatan yang putus akibat banjir sebanyak 19 unit, dan seluruhnya telah diajukan untuk penanganan,” ujar Ayah WA.
Selain pembangunan hunian sementara, dukungan rumah hunian tetap bagi warga terdampak juga datang dari berbagai pihak. Sebanyak 500 unit rumah dibangun oleh Tzu Chi Foundation, 100 unit oleh Rumah Zakat, 104 unit dari Kemenko Polhukam, serta 50 unit bantuan dari Kapolri.
Pemerintah daerah terus berupaya mencari tambahan dukungan guna memenuhi kebutuhan hunian bagi korban banjir lainnya.
Di sektor pertanian, Pemkab Aceh Utara telah menyampaikan data kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera I terkait kebutuhan pembersihan lumpur di area persawahan warga agar aktivitas pertanian dapat segera kembali normal.
Bupati juga menyebutkan bahwa dalam dua pekan ke depan pintu bendungan direncanakan dibuka untuk mengalirkan air ke sawah-sawah masyarakat sebagai bagian dari percepatan pemulihan sektor pertanian.
Menutup kegiatan, Ayah WA menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, unsur Forkopimda, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan serta pemulihan pascabanjir.
“Kita harus terus bekerja bersama sesuai dengan semangat dan moto kita, Aceh Utara Bangkit,” ujarnya.***
Editor: Amiruddin. MKReporter: Syaiful Anshori











