Home / Daerah

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:53 WIB

Jembatan Gantung Baro Yaman–Mesjid Tiba: Akses Baru Setelah Lama Terisolasi

mm Amir Sagita

Bupati Pidie Sarjani Abdullah meninjau jembatan gantung usai meresmikan di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Minggu (7/2/2026) (Foto.IST).

Bupati Pidie Sarjani Abdullah meninjau jembatan gantung usai meresmikan di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Minggu (7/2/2026) (Foto.IST).

Sigli – Jembatan Gantung Gampong Baro Yaman–Mesjid Tiba yang menghubungkan Kecamatan Mutiara dan Kecamatan Mutiara Timur akhirnya diresmikan Sabtu, 7 Februari 2026.

“Infrastruktur ini menjadi jalur penghubung baru bagi warga dua kecamatan yang selama bertahun-tahun bergantung pada akses terbatas untuk aktivitas harian.

Sebelum jembatan dibangun, mobilitas warga—terutama petani, pelajar, dan masyarakat yang hendak mengakses fasilitas pendidikan serta kesehatan—menghadapi kendala jarak dan waktu tempuh. Kondisi tersebut berdampak langsung pada biaya ekonomi dan keselamatan warga, terutama saat musim hujan ketika akses alternatif sulit dilalui.

Baca Juga :  Polres Pidie Jaya Canangkan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Peresmian jembatan dilakukan oleh Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah dan diawali prosesi adat pesijuk sebagai simbol syukur atas selesainya pembangunan. Pemerintah Kabupaten Pidie menyebut “jembatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur pedesaan.

Sarjani mengatakan jembatan gantung tersebut memiliki fungsi strategis bagi masyarakat di kedua kecamatan. “Ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” kata Sarjani.

Baca Juga :  Sepak Bola Aceh Barat Pimpinan Klasmen Grup D

Pemerintah berharap jembatan ini dapat memperlancar distribusi hasil pertanian serta memperluas akses warga terhadap layanan dasar.

Meski demikian, keberlanjutan fungsi jembatan menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut dan mematuhi batas beban muatan agar jembatan tidak cepat mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Pidie Peringati Hari Pahlawan 2025, Sekda Samsul Azhar Ajak Masyarakat Teladani Semangat Pejuang

Pengalaman di sejumlah wilayah menunjukkan minimnya perawatan pasca pembangunan kerap membuat infrastruktur serupa tidak berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Usai peresmian, Bupati Pidie bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah meninjau langsung kondisi jembatan. Pemerintah daerah menegaskan pengawasan dan perawatan menjadi kunci agar jembatan ini benar-benar menjawab kebutuhan warga, bukan sekadar menambah daftar proyek yang diresmikan.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

Petugas Gabungan Rutan Sabang Laksanakan Geledah Mendadak Kamar Warga Binaan

Daerah

Surya Padli Apresiasi Nelayan Kuala Baru Aceh Singkil Selamatkan Dua Nelayan Abdya

Daerah

Akhir Tahun 2024, Baitul Mal Pidie Jaya Salurkan Zakat Dan Infak

Daerah

Pj Gubernur Aceh Raih Top Pembina BUMD Awards 

Daerah

Makna Dari Logo Musywil Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh ke – 39

Daerah

Tarmizi Age: Bumi Aceh Kaya, Namun Rakyat Belum Merasakan Kebahagiaan

Daerah

Baitul Mal Aceh Salurkan Rp107,2 Miliar Dana Zakat dan Infak Sepanjang 2025

Aceh Barat

Aceh Barat Juarai Cabor Badminton di O2SN Provinsi