Home / Sport

Rabu, 25 Maret 2026 - 12:26 WIB

Menembus Batas: Perjalanan Panjang PSAP Sigli Menuju 8 Besar Liga 4

mm Amir Sagita

Pemain PSAP sedang berlatih menjelang 8 besar Liga 4 PSSI Aceh di Stadion Blang Paseh Kota Sigli, Kabupaten Pidie, beberapa waktu yang lalu, (Foto.Amir Sagita.NAO.co.id).

Pemain PSAP sedang berlatih menjelang 8 besar Liga 4 PSSI Aceh di Stadion Blang Paseh Kota Sigli, Kabupaten Pidie, beberapa waktu yang lalu, (Foto.Amir Sagita.NAO.co.id).

Sigli – Perjalanan PSAP Sigli di pentas Liga 4 Indonesia musim ini bukan sekadar cerita tentang kemenangan di atas lapangan. Ia adalah kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan keyakinan yang tumbuh perlahan di tengah keterbatasan.

Di bawah langit Pidie yang sering kali menjadi saksi latihan sederhana mereka, para pemain PSAP memulai musim dengan harapan yang tidak berlebihan. Tidak banyak yang menjagokan tim ini untuk melangkah jauh. Namun justru dari situlah kekuatan itu lahir dari keraguan yang diubah menjadi motivasi.

Sejak awal kompetisi, PSAP Sigli tampil tanpa banyak sorotan dan mampu mengalahkan PSST 4-0, lalu mengalahkan Persimura Beureunuen 1-0 dan berhasil menggulung Tamiang United 3-0. Mereka bukan tim dengan gemerlap fasilitas atau deretan pemain bintang. Namun di balik itu, ada satu hal yang tidak bisa dibeli: kekompakan. Setiap sesi latihan dijalani dengan disiplin, setiap instruksi pelatih diterjemahkan dengan kesungguhan.

Di bawah trio pelatih Mukhlis Rasyid, Safrijani dan Herman, perlahan tapi pasti, PSAP mulai menunjukkan jati dirinya. Di fase penyisihan grup, mereka tidak selalu tampil dominan, tetapi efektif. Lini pertahanan berdiri kokoh, menahan gempuran lawan dengan penuh determinasi. Sementara itu, serangan yang dibangun tidak banyak, tetapi sering berbuah hasil.

Ada pertandingan-pertandingan yang dimenangkan dengan susah payah—gol di menit akhir, penyelamatan krusial dari penjaga gawang, hingga kerja tanpa lelah lini tengah yang menjadi penghubung antara bertahan dan menyerang. Setiap laga seolah menjadi ujian mental bagi para pemain muda yang perlahan tumbuh menjadi lebih matang.

Baca Juga :  Daftar Klasemen Peraih Medali Sementara POPDA ke -VXII,Banda Aceh Posisi Satu,Aceh Timur Posisi Tiga

Di luar lapangan, perjalanan mereka juga tidak selalu mulus. Keterbatasan fasilitas, jadwal padat, hingga perjalanan yang melelahkan menjadi bagian dari realitas yang harus dihadapi. Namun tak satu pun dari itu yang mematahkan semangat tim. Justru dalam kondisi seperti itulah solidaritas semakin kuat.

PSAP yang dinahkodai Muhammad Yusri Syamaun alias Amat Tong Disel, mulai mendapatkan dukungan masyarakat Pidie dan menjadi bahan bakar tersendiri. Di setiap pertandingan, baik kandang maupun tandang, selalu ada doa dan harapan yang mengiringi langkah mereka. Sorak sorai suporter, meski kadang sederhana, memiliki arti besar bagi para pemain yang berjuang membawa nama daerah.

Memasuki fase gugur, tekanan meningkat tajam. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan. Setiap pertandingan adalah penentuan. Namun PSAP Sigli justru tampil lebih tenang. Pengalaman di fase grup membentuk mental bertanding yang lebih kokoh.

Lawn-lawan yang di hadapi tim Laskar Aneuk Nanggroe julukan PSAP bukan lawan sembarangan, dimana PSAP harus menghadapi tim terbaik Aceh seperti PSAB Aceh Besar, Persabar Aceh Barat dan PSGL Gayo Lues dan mereka berada di grup F. Sedangkan Grup E dihuni oleh Alfarlaky Aceh Timur, PSST Simpang Tiga Pidie, Persas Sabang dan Kuala Nanggroe Banda Aceh.

Baca Juga :  Gampong Lubok Batee Gelar Jalan Santai dalam Rangka HUT RI ke-80

Dalam laga krusial penentu langkah ke 8 besar, PSAP menunjukkan karakter sesungguhnya. Mereka bermain dengan disiplin, sabar menunggu momentum, dan memanfaatkan setiap peluang dengan maksimal. Ketika peluit panjang dibunyikan, bukan hanya kemenangan yang diraih tetapi juga pengakuan bahwa mereka layak berada di antara delapan tim terbaik.

Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu atau dua orang. Ia adalah akumulasi dari kerja kolektif manajemen yang terus mendukung, pelatih yang tak lelah membangun strategi, serta para pemain yang memberikan segalanya di lapangan.
Kini, PSAP Sigli berdiri di babak 8 besar dengan status baru: bukan lagi tim yang dipandang sebelah mata, melainkan pesaing yang patut diperhitungkan. Namun perjalanan mereka belum selesai.

Di depan, tantangan akan semakin berat. Lawan yang dihadapi akan lebih kuat, tekanan akan lebih besar. Tetapi jika melihat apa yang telah mereka lalui, PSAP Sigli memiliki satu keunggulan yang tidak semua tim miliki daya juang yang telah teruji.

Di balik setiap langkah mereka, ada cerita tentang mimpi yang terus dijaga. Tentang sekelompok anak muda yang percaya bahwa dengan kerja keras, batasan bisa ditembus.
Dan kini, dari Sigli untuk Indonesia, PSAP terus melangkah membawa harapan, menjaga semangat, dan menulis kisah yang belum selesai.

Apa lagi pemain PSAP yang sudah sarat pengalaman seperti Ridha Ummami, Muhammad Ridho alias Andi Cerol, Harwalis Korea, Nasir Alaba dan Azwar Batee. Mereka punya kans tersendiri dalam berjuang untuk menuju level yang lebih baik.

Baca Juga :  Piala Bupati Pidie Hari kedua, CST Ulim Menang 2-0 atas Persimura

Andi Cerol mesin gol yang mampu memporak-porandakan gawang lawan selalu punya tekat untuk menciptakan gol ke gawang lawan. Ridha Ummami mantan pemain Persiraja Banda Aceh sebagai pengatur serangan mampu membaca permainan kawan-kawannya, sehingga aliran bola tahu kepada siapa yang akan dikirim.

Selanjutnya, Nasir Alaba pemain kecil tapi lincah memiliki skil individu yang mempuni dan mampu berjibaku dengan pemain lawan dan kecepatannya tidak diragukan. Harwalis Korea pemain yang satu ini memiliki kesabaran dalam melakukan serangan dan tidak mudah kehilangan bola, dia mampu mendokte serangan lawan sehingga acap kali menjadi daya gedor bagi tim PSAP Sigli.

Namun ada Azwar Batee pemain yang satu ini pernah dinobatkan pemain terbaik disetiap turnamen di Aceh. Azwar sebagai gelandang yang mampu menstabilkan permainan selalu mendistribusi bolanya ke rekan-rekan yang hendak menembus gawang lawan. Andi Cerol memiliki kans untuk menyambut bola Ridha Ummami dan Azwar Batee.

Mampukah trio pelatih Mukhlis Rasyid, Safrijani dan Herman untuk meramu tim agar mampu menjadi juara Liga 4 PSSI Aceh? Jawabannya tentu saja ada di Stadion Blang Paseh Kota Sigli, Kabupaten Pidie, sejak 31 Maret 2026.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Turnamen Futsal Seudati Organizer Se-Aceh Resmi Dibuka di Aceh Barat

Sport

175 Pemain Sepak Bola Gagal Masuk Tim Pora Pidie

Daerah

Acara Peningkatan Kapasitas ASN dan Non-ASN, Bupati: Jaga Persatuan Dalam Naungan Solok Super Tim

Aceh Timur

Tim Sepak Takraw Putra Aceh Timur Raih Emas Di Ajang Popda

Sport

Laga Perdana, Pidie Siap Hadapi Aceh Singkil

Sport

Camat Muara Tiga Lepas Ratusan Peserta Jalan Santai

Sport

Euforia Baru Dari Blang Paseh Ketika Sepak Bola Menghidupkan Kembali Kota Sigli

Sport

Awali Laga, Tim Volly Pidie Menang 2-1 atas Aceh Utara