Aceh Barat Daya – Sejumlah titik rawan banjir di ruas jalan nasional wilayah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapatkan perhatian serius.
Salah satunya dari Satlantas Polres Abdya bersama Ditlantas Polda Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Abdya dan Dinas Perhubungan (Dishub) Abdya mengecek langsung kondisi toga ruas jalan tersebut, Selasa (20/10/2026).
Monitoring tersebut menyasar tiga titik yang kerap menghadapi genangan akibat luapan air sungai maupun parit saat hujan dengan intensitas tinggi.
Tiga lokasi itu masing-masing berada di Jalan Nasional Blangpidie–Nagan Raya, Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.
Selanjutnya, Desa Padang Baru, Kecamatan Susoh; serta Jalan Nasional Blangpidie–Tapaktuan di Desa Tangan-tangan Cut, Kecamatan Setia.
Kasat Lantas Polres Abdya, Iptu Sutari Maladi Pane bersama Kompol Elfutri, Kasi Standar Cegah dan Tindak Subditkamsel Ditlantas Polda Aceh, turun langsung dalam pengecekan tersebut bersama tim BPJN Aceh.
Kegiatan juga melibatkan Kanit Kamsel Satlantas Polres Abdya, Kabid Cipta Karya Dinas PU Abdya dan Kabid LLAJ Dishub Abdya.
Dari hasil pengecekan, tim menemukan tiga titik yang masuk kategori rawan banjir.
Kondisi tersebut terjadi akibat luapan air sungai dan parit atau drainase, terutama ketika curah hujan tinggi.
Tim kemudian mengumpulkan hasil monitoring sebagai bahan analisis dan evaluasi untuk penanganan lebih lanjut.
Hasil pengecekan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan koordinasi dengan BPJN Aceh dan Balai Wilayah Sungai (BWS) guna menentukan langkah penanganan pada titik-titik rawan banjir tersebut.
“Langkah ini juga penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta mengantisipasi gangguan keselamatan pengguna jalan ketika banjir melanda ruas jalan nasional di Abdya,” kata Kasatlantas Polres Abdya.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar















