Home / Daerah / Hukrim

Senin, 19 Mei 2025 - 17:49 WIB

Tim Tabur Kejati Aceh Mengamankan DPO di Jepara

mm Redaksi

Konferensi pers penangkapan DPO kasus KDRT, Banda Aceh, Senin (19/5/2025). (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Konferensi pers penangkapan DPO kasus KDRT, Banda Aceh, Senin (19/5/2025). (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Banda Aceh – Seorang Oknum dosen di salah satu perguruan tinggi luar Aceh, YL ditangkap di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu, 18 Mei 2025, setelah buron selama tiga tahun.

Asisten Intelijen Kejati Aceh, Mukhzan, menyebutkan, terpidana dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Agung melalui putusan kasasi Nomor: 2180K/Pid.Sus/2021 dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, setelah sempat divonis bebas saat banding di Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Baca Juga :  Kejati Aceh Lantik Tiga Kepala Kejaksaan Negeri Baru

“Aksi kekerasan yang dilakukan terpidana ini terjadi pada Januari 2020, ia memukul, mencakar, mencubit, menampar, dan menendang anak tirinya hingga mengalami luka dan trauma,” kata Mukhzan saat Konferensi pers, Senin 19 Mei 2025.

Baca Juga :  Polda Aceh Gelar Salat Gaib untuk Personel yang Gugur dalam Tugas di Way Kanan

Mukhzan mengatakan, sebelumnya Kejaksaan Negeri Bireuen telah melayangkan surat panggilan terhadap terpidana tiga kali. Namun, terpidana selalu mangkir dari panggilan.

“DPO akan kami serahkan ke Kejari Bireuen untuk selanjutnya dieksekusi,” katanya.

Baca Juga :  Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi Kabarnya Teracam Gagal, Jangan Coba-Coba Buat Suasana Pilkada Memburuk

Atas perbuatannya kekerasannya, terpidana dijatuhi hukuman tiga tahun penjara sebagaimana tertuang dalam pasal 44 ayat 1 undang- undang 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Diketahui, YL merupakan terpidana kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena memukul anak tirinya hingga mengalami luka dan trauma.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolri Raih Penghargaan Extraordinary Dedication of Patriotism

Banda Aceh

Komisi III DPRK Banda Aceh Dorong Pemetaan Drainase saat Banjir untuk Solusi Jangka Panjang

Daerah

Kata Mensos Soal Bantuan Jadup Rp 3,1 Miliar Pascabencana di Aceh Singkil

Daerah

Nelayan di Simeulue Dianiaya Saat Menjaring Ikan, Pemilik Bagan Minta Segera Peroses Pelaku

Daerah

Dukung Program Kasad, Pangdam IM Wajibkan Prajurit Miliki Rumah Pribadi

Aceh Barat

TP PKK Aceh Barat Gelar Workshop

Hukrim

DPR dorong BINDA deteksi dini TPPO di wilayah perbatasan

Hukrim

Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang