Home / Parlementaria

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:59 WIB

21 Tahun Damai Aceh, Ketua DPRA Ajak Masyarakat Rawat Perdamaian dan Kawal Kekhususan Aceh

mm Redaksi

Ketua DPRA Zulfadhli bersama sejumlah pihak melepas burung sebagai simbol kebebasan dan perdamaian dalam rangka memperingati 21 tahun Damai Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/8/2026). Foto: Dok. DPRA

Ketua DPRA Zulfadhli bersama sejumlah pihak melepas burung sebagai simbol kebebasan dan perdamaian dalam rangka memperingati 21 tahun Damai Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/8/2026). Foto: Dok. DPRA

Banda Aceh – Memasuki 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh sejak penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar bersyukur, tetapi juga bersama-sama merawat perdamaian yang telah dicapai.

Hal tersebut disampaikan Zulfadhli di sela persiapan peringatan Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Kamis (14/8/2026).

Menurutnya, 21 tahun perdamaian Aceh bukan sekadar penanda perjalanan waktu, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali proses panjang yang telah dilalui masyarakat Aceh hingga terciptanya kondisi damai.

Baca Juga :  Bambang Haryo Apresiasi Nelayan yang Bantu Evakuasi Korban KMP Tunu Pratama Jaya

“Perdamaian Aceh adalah sesuatu yang harus kita syukuri dan jaga bersama. Ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Zulfadhli.

Ia menilai situasi kondusif yang telah berlangsung lebih dari dua dekade memberikan ruang bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan pembangunan tanpa dibayangi ancaman konflik.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu fondasi penting bagi Aceh untuk terus membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Namun, Zulfadhli menegaskan bahwa menjaga perdamaian tidak cukup hanya dengan mempertahankan situasi keamanan. Seluruh hasil dan kesepakatan yang lahir dari proses perdamaian juga harus terus dikawal agar tetap memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Reses DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar Dorong Penguatan Majelis Taklim dan Keluarga Qur'ani

Salah satu perhatian DPRA saat ini adalah mendorong penguatan kekhususan Aceh melalui jalur legislasi, termasuk mengawal pembahasan revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang tengah bergulir di tingkat pemerintah pusat.

“Perdamaian tidak berhenti pada tidak adanya konflik. Kita juga harus menjaga hasil-hasil perdamaian dan memastikan kekhususan Aceh terus diperkuat,” ujarnya.

Menurut Zulfadhli, penguatan regulasi tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kewenangan khusus Aceh tetap relevan dan sejalan dengan semangat perdamaian yang telah disepakati melalui MoU Helsinki.

Baca Juga :  Ketua DPRA Menerima Hasil Penetapan Gubernur Terpilih dari KIP Aceh

Ia berharap peringatan 21 tahun Damai Aceh dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Dengan kebersamaan itu, saya yakin Aceh bisa melangkah lebih tenang dan percaya diri menghadapi tantangan ke depan,” tambahnya.

Rangkaian peringatan 21 tahun Damai Aceh dilaksanakan di Gedung Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai perdamaian sekaligus mendorong agar semangat perdamaian diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Silaturahmi Dengan Kaum Hawa, T. Guntara Tampung Sejumlah Aspirasi 

Parlementaria

Ketua DPR Aceh Minta PJ Gubernur Evaluasi Manajemen RSUZA

Parlementaria

DPRK Aceh Barat menggelar rapat paripurna ke-VII masa sidang ke-II tahun 2024

Parlementaria

Ketua DPRK Banda Aceh Terima Audiensi Pengurus NU, Bahas Sinergi Dakwah dan Penegakan Syariat

Banda Aceh

Almuniza Kamal Apresiasi Keberhasilan RSUD Meuraxa dalam Mencapai PAD Hampir 100%

Parlementaria

Banmus DPRK Banda Aceh Tetapkan Program Kerja 2026, Fokus Legislasi dan Pengawasan

Parlementaria

DPR Aceh Apresiasi Sikap Pemerintah Terkait Rumoh Geudong

Parlementaria

Anggota DPRA Kembali Minta Pusat Bangun Terowongan Geurutee, Harap Jadi Prioritas Pemerintah Prabowo