Banda Aceh — Sebanyak 218 petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Kota Banda Aceh mengikuti apel pembaiatan dan penyematan baret yang digelar di Taman Bustanussalatin, Sabtu (7/2/2026).
Sebelumnya, 218 petugas Satpol PP/WH yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)tersebut telah mengikuti pembekalan dan pelatihan internal selama tiga pekan. Bertindak sebagai pembina apel, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal.
Dalam arahannya usai menyematkan baret kepada perwakilan petugas, Wali Kota Illiza menegaskan bahwa pembaiatan dan penyematan baret merupakan momentum penting untuk mengukuhkan tekad dan menegaskan komitmen sebagai aparatur penegak peraturan daerah dan qanun.
“Pembaiatan yang saudara ikrarkan hari ini adalah janji kepada Allah, kepada negara, dan kepada rakyat. Sementara baret yang disematkan merupakan simbol kehormatan sekaligus tanggung jawab atas sikap, perilaku, dan setiap keputusan yang saudara ambil di lapangan,” ujar Illiza.
Menurutnya, Satpol PP/WH memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ketenteraman umum, ketertiban sosial, serta marwah Banda Aceh sebagai kota yang berlandaskan nilai, aturan, dan Syariat Islam.
“Kehadiran saudara harus mampu menghadirkan rasa aman, bukan rasa takut, menghadirkan ketertiban, bukan kegelisahan,” tegasnya.
Karena itu, Illiza menekankan bahwa ketegasan harus berjalan seiring dengan sikap humanis dan berintegritas. Ia mengingatkan agar penegakan aturan tidak kehilangan nurani, serta disiplin harus dimulai dari diri sendiri.
“Masyarakat tidak hanya menilai apa yang kita tegakkan, tetapi bagaimana cara kita menegakkannya,” ujarnya.
Di era keterbukaan informasi saat ini, lanjut Illiza, setiap langkah aparatur mudah terekam dan menjadi sorotan publik. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh personel Satpol PP/WH Banda Aceh terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan komunikasi, pengendalian emosi, serta kepatuhan terhadap prosedur dan aturan yang berlaku.
“Jadilah aparatur yang tegas namun santun, kuat namun bijaksana, berani namun tetap menjunjung tinggi etika dan hukum,” pesannya.
Ia berharap pembaiatan dan penyematan baret tersebut menjadi titik awal pengabdian yang semakin kokoh, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam menjaga kehormatan institusi serta kepercayaan masyarakat.
Turut hadir dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut Direktur Pol PP dan Linmas Kemendagri Bernhard Eduard Rondonuwu, Kasatpol PP/WH Aceh, Sekda Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesra Bachtiar, Kasatpol PP/WH Banda Aceh M. Rizal, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Editor: Amiruddin. MK













