Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:24 WIB

30 Ribu Hektare Tambak Di Provinsi Aceh Rusak Digulung Banjir Sumatera

mm Redaksi

Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono (Kedua Kiri). (Foto/Ist)

Menteri KKP RI Sakti Wahyu Trenggono (Kedua Kiri). (Foto/Ist)

Pidie Jaya – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengidentifikasi sekitar 30 ribu hektare tambak budidaya perikanan di Aceh yang mengalami kerusakan, akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Adapun tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga sangat berat, dan berdampak pada lebih dari 30 ribu pembudidaya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasanr (Zulhas) menyampaikan, kerusakan tambak tidak hanya terjadi di satu daerah, melainkan hampir merata di seluruh Aceh.

Baca Juga :  Asisten II Sekdakab Aceh Besar Serahkan Buku Adat kepada Delegasi Mahasiswa UTM

“Tidak hanya di Pidie Jaya, yang dilaporkan seluruh Aceh ada sekitar 30 ribu hektare,” ungkap Zulhas dalam keterangan resmi yang dirilis KKP, dikutip Jumat (9/1/2026).

Selain meninjau Pidie Jaya, Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono juga melakukan peninjauan ke lokasi tambak terdampak banjir di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

Baca Juga :  Tim Gabungan musnahkan alat tangkap perikanan dilarang di Aceh

Trenggono merinci, tambak budidaya yang terdampak banjir tersebar di 16 kabupaten/kota di Aceh. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah paling terdampak dengan luasan kerusakan lebih dari 10 ribu hektare, disusul Kabupaten Bireuen sekitar 4,9 ribu hektare, serta Aceh Tamiang sekitar 3,4 ribu hektare.

Tambak-tambak yang rusak berada di wilayah daratan maupun pesisir, dengan komoditas budidaya yang beragam, antara lain udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, hingga patin.

Baca Juga :  Mendagri Minta Kepala Daerah Optimalkan Peran Keuchik Percepat Pendataan Kerusakan Hunian Pascabencana

“Kami sudah melakukan identifikasi. Tambak terdampak yang rusaknya sangat berat ada sekitar 300an hektare, sisanya didominasi kerusakan ringan hingga berat,” ungkap Trenggono.

Perlu diketahui, banjir besar yang disertai longsor tersebut sebelumnya melanda hampir seluruh wilayah Aceh. Dampaknya, sejumlah tambak budidaya mengalami kerusakan parah, bahkan ada yang rata dengan tanah akibat tertutup lumpur bawaan banjir.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

10 Alat Inovasi TTG Aceh Besar Akan Dipamerkan

Daerah

MTQ Kemukiman Jruek, Gampong Jruek Bak Kreh Juara Umum

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar dan Kapolres AKBP Sujoko Ikuti Rakor Ketahanan Pangan Bersama Polri dan Mentan RI

Aceh Besar

Pemekaran Kecamatan Seulawah Agam Mulai Terang, Bupati Aceh Besar Tinjau Lokasi Ibu Kota

Pemerintah

Pj. Bupati Pidie Jaya Buka Musrenbang RKPK Kabupaten Tahun 2025

Peristiwa

Waspada, Nama Bupati Pidie Jaya Dicatut untuk Penipuan via WhatsApp

Daerah

Kejari Simeulue Sosialisasikan Aplikasi Jaga Desa untuk Pengawasan Dana Desa

Daerah

PJ Bupati Simeulue Tunjuk Dodi Jadi Plt Sekda dan Novikar Plt Kepala Bappeda