Home / Advetorial / Banda Aceh / Pemko Banda Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:58 WIB

Illiza: Pemberdayaan Perempuan Harus Melahirkan Pemimpin dan Penggerak Pembangunan

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menjadi salah satu pembicara pada Lokakarya dengan tema ‘Kepemimpinan Perempuan dan Inklusivitas Kebijakan Publik’. Foto: Dok. Istimewa

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menjadi salah satu pembicara pada Lokakarya dengan tema ‘Kepemimpinan Perempuan dan Inklusivitas Kebijakan Publik’. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada peningkatan kapasitas semata, tetapi harus mampu melahirkan perempuan-perempuan yang berperan sebagai pemimpin dan penggerak pembangunan di berbagai sektor.

Menurut Illiza, Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam pemerintahan, pembangunan gampong, hingga program-program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Saat ini, keterlibatan perempuan di Banda Aceh terus menunjukkan peningkatan. Tercatat satu gampong dipimpin oleh keuchik perempuan, 90 perempuan menjadi anggota Tuha Peut Gampong, serta 130 perempuan menduduki jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Baca Juga :  DPKA Dorong Peran Taman Bacaan Masyarakat dalam Menumbuhkan Budaya Literasi di Aceh

“Ini adalah bukti bahwa Banda Aceh terus membuka ruang bagi perempuan untuk berkontribusi. Tapi perjuangan kita belum selesai. Kita ingin perempuan bukan hanya hadir dalam angka, tapi juga kuat dalam pengaruh,” kata Illiza dalam sebuah discus lokakarya beberapa waktu lalu.

Ilustrasi. Bentuk kegiatan pemberdayaan perempuan di desa-desa. Foto: Dok. Istimewa

Ia menilai meningkatnya keterwakilan perempuan dalam berbagai posisi strategis menjadi indikator bahwa program pemberdayaan perempuan mulai memberikan hasil nyata. Perempuan kini tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Lebih lanjut, Illiza mencontohkan keberhasilan program Women’s Centered Plastic (WCP) sebagai salah satu bukti nyata pemberdayaan perempuan yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Program pengelolaan sampah berbasis perempuan tersebut saat ini dijalankan melalui 28 depot yang dikelola oleh 210 perempuan dan telah menjangkau lebih dari 60 persen wilayah Kota Banda Aceh.

Baca Juga :  36 Personel Polresta Banda Aceh Terima Tanda Kehormatan Satya Lancana Pengabdian dari Presiden

Program itu bahkan berhasil mengantarkan Banda Aceh meraih penghargaan internasional Grand Prize CityNet SDG Awards 2025 atas keberhasilan kepemimpinan perempuan dalam bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Selain WCP, Pemko Banda Aceh juga terus memperkuat berbagai program yang berorientasi pada pengembangan kapasitas perempuan, seperti Musrena (Musyawarah Rencana Aksi Perempuan), Balee Inong, Banda Aceh Academy, serta Gampong Ramah Anak dan Perempuan.

Baca Juga :  Karo Adpim: Alhamdulillah, Abu Tu Min Sudah Diperbolehkan Pulang

Illiza mengatakan berbagai program tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem pemberdayaan yang memungkinkan perempuan berkembang, menyampaikan aspirasi, hingga mengambil peran penting dalam pembangunan daerah.

“Semua program ini menjadi ekosistem kepemimpinan perempuan di kota kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat pemberdayaan perempuan yang terus dibangun di Banda Aceh juga sejalan dengan sejarah Aceh yang telah melahirkan banyak tokoh perempuan berpengaruh, seperti Sultanah Safiatuddin, Laksamana Keumalahayati, Cut Nyak Dhien, dan Cut Meutia.

Karena itu, Pemko Banda Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat program pemberdayaan perempuan agar semakin banyak perempuan yang mampu berkontribusi, memimpin, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan kota. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Illiza Buka Forum Lingkungan Hidup Rakernas APEKSI 2026, Ajak Kota-Kota Percepat Aksi Iklim

Daerah

Kepala Puskesmas se-Kota Banda Aceh Kunjungi Kafilah MTQ di Pidie Jaya, Beri Dukungan dan Bantuan Logistik

Advetorial

HUT Ke-47 SMAN 3 Banda Aceh, Pj Gubernur Aceh Kembali Kunjungi Sekolahnya

Advetorial

Baitul Mal Aceh : Zakat Berdampak Positif Terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Tinjau Sekolah di Banda Aceh, Cek Kebersihan hingga Program MBG

Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi Sanitasi Aman, Targetkan 33 Persen Akses Sanitasi Aman Tahun 2029

Pemko Banda Aceh

BKPSDM Banda Aceh Gelar Workshop Pemutakhiran Data ASN melalui SIMPEG

Pemko Banda Aceh

Satpol PP-WH Banda Aceh Tertibkan PKL di Ulee Lheue, Pantauan CCTV Jadi Dasar Aksi