Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam Aceh akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Peringatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan beliau dalam kehidupan masyarakat.
Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf dijadwalkan hadir dan memberikan sambutan. Kegiatan akan berlangsung setelah salat Isya berjamaah serta dihadiri unsur ulama, pemerintah, dan masyarakat.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., MAP, dipercaya menjadi penceramah pada peringatan tersebut berdasarkan penugasan dari Sekretaris Daerah Aceh.
Misran mengatakan, peringatan Maulid Nabi harus dimaknai lebih jauh dari sekadar kegiatan seremonial.
“Maulid Nabi bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali akhlak, kepemimpinan, kasih sayang, dan kepedulian beliau dalam kehidupan kita,” kata Misran, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. Pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid, kata dia, tidak boleh berhenti di mimbar, tetapi harus tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Nilai-nilai itu tidak boleh berhenti sebagai pesan di mimbar. Ia harus hidup dalam cara kita bersikap, dalam kepedulian kita kepada sesama, dan dalam cara kita menjaga persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Misran juga menekankan bahwa keberhasilan peringatan Maulid bukan hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari perubahan sikap dan perilaku masyarakat setelahnya.
“Yang paling penting bukan hanya kemeriahan acara, tetapi bagaimana setelahnya ada perubahan. Kecintaan kepada Rasulullah harus semakin kuat dan tercermin dalam akhlak serta perilaku sehari-hari,” katanya.
Rangkaian kegiatan Maulid akan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Muksalmina A. Wahab, A.Md dari Kabupaten Pidie. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Shalawat Badar yang dibawakan Tim Shalawat Masjid Raya Baiturrahman.
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh Abu Paya Pasie kemudian dijadwalkan menyampaikan sambutan, dilanjutkan sambutan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Acara akan ditutup dengan ceramah agama dan doa yang disampaikan Misran Fuadi, kemudian dilanjutkan makan malam bersama para tamu undangan.
Pemilihan Masjid Raya Baiturrahman sebagai lokasi peringatan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pesan keislaman sekaligus menjaga tradisi Maulid yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Dinas Syariat Islam Aceh berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dapat menjadi momentum untuk menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai nilai yang benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Amiruddin. MK

























