Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 16 Desember 2025 - 14:35 WIB

Sekda Aceh Apresiasi Relawan Rumah Zakat, Tekankan Peran Dukungan Psikologis Korban Bencana

mm Redaksi

Sekda Aceh M. Nasir menerima kunjungan tim relawan Rumah Zakat dan mitra di ruang kerja Sekda Aceh, Senin (15/12/2025), sekaligus menyampaikan apresiasi atas peran relawan dalam penanganan bencana hidrometeorologi. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh M. Nasir menerima kunjungan tim relawan Rumah Zakat dan mitra di ruang kerja Sekda Aceh, Senin (15/12/2025), sekaligus menyampaikan apresiasi atas peran relawan dalam penanganan bencana hidrometeorologi. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang terlibat langsung dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh. Ia menegaskan bahwa kehadiran relawan di lapangan tidak hanya berperan dalam penyaluran bantuan, tetapi juga memberikan dukungan psikologis serta kebahagiaan bagi masyarakat terdampak.

Apresiasi tersebut disampaikan M. Nasir saat menerima kunjungan tim relawan Rumah Zakat di ruang kerja Sekda Aceh, Senin (15/12/2025). Pertemuan ini turut dihadiri Area Business Leader Paragon Corp DC Aceh selaku mitra Rumah Zakat, Hasnel Mansur, influencer sekaligus relawan Rumah Zakat Tugba Kiara, serta Kepala Baitul Mal Aceh, Muhammad Yunus M. Yusuf (Abon Yunus).

Dalam kesempatan tersebut, M. Nasir memaparkan perkembangan terkini dampak bencana hidrometeorologi di Aceh. Ia menyebutkan bahwa jumlah warga terdampak hampir mencapai 2 juta jiwa. Sementara jumlah pengungsi yang sebelumnya mencapai sekitar 1 juta orang kini telah menurun menjadi kurang lebih 400 ribu jiwa.

Baca Juga :  Buka Festival Literasi Aceh 2025, Gubernur Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Membaca dan Berkarya

Terkait penanganan pascabencana, M. Nasir menjelaskan bahwa tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) saat ini tengah dibahas bersama pemerintah pusat. Hal ini mengingat kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi kali ini tergolong sangat masif, bahkan disebut melebihi dampak bencana tsunami 2004 di beberapa wilayah.

Sekda Aceh juga mendorong para relawan untuk dapat melakukan intervensi pada rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, salah satunya melalui bantuan pembersihan rumah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat kepulangan para pengungsi ke rumah masing-masing, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

“Semakin banyak pengungsi yang bisa kembali ke rumah tentu semakin baik. Pengungsian selalu menyisakan persoalan baru, baik secara sosial maupun kesehatan. Karena itu, kita terus berupaya agar masyarakat yang masih mengungsi bisa segera dipulangkan,” ujar M. Nasir.

Baca Juga :  Mualem Buka MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Aceh di Pidie Jaya

Dalam pertemuan tersebut, Tugba Kiara turut berbagi pengalamannya selama menjadi relawan Rumah Zakat di lokasi bencana. Ia menggambarkan kondisi lapangan yang memprihatinkan, mulai dari terputusnya aliran listrik, endapan lumpur yang tebal, hingga kondisi pengungsi penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian khusus.

Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat seorang ibu pengungsi meminta Al-Qur’an karena mushaf miliknya hanyut terbawa banjir. “Di tengah keterbatasan makanan, listrik, dan air, ibu tersebut justru meminta Al-Qur’an. Itu sangat menyentuh hati saya,” ungkap Tugba. Ia menambahkan, meski berada dalam kondisi sulit, para pengungsi tetap tabah dan mampu tersenyum.

Baca Juga :  Gubernur Aceh dan DPRA Sepakat Percepat Pembahasan APBA 2026

Sementara itu, Rumah Zakat menegaskan komitmennya untuk terus terlibat aktif dalam penanganan bencana di Aceh. Lembaga kemanusiaan tersebut juga akan mengajak lebih banyak mitra untuk berkolaborasi, khususnya dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selain itu, Rumah Zakat saat ini tengah berkoordinasi dengan BNPB untuk mendirikan sekolah ramah anak di Kabupaten Pidie Jaya yang direncanakan dapat dikembangkan ke kabupaten lain. Kehadiran relawan diharapkan dapat memberikan penguatan mental dan spiritual bagi masyarakat terdampak.

Sekda Aceh menilai bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik dan logistik, tetapi juga mencakup pemulihan psikis dan spiritual masyarakat. Menurutnya, kehadiran relawan, termasuk influencer yang turun langsung ke lapangan, memiliki peran besar dalam menghadirkan harapan dan semangat bagi korban bencana.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemerintah Aceh Prioritaskan Evakuasi dan Distribusi Logistik ke Wilayah Terisolir Dampak Banjir dan Longsor

Pemerintah Aceh

Sebut Sawit Aceh Bebas Deforestasi, Wagub Ajak Perusahaan Global Investasi di Aceh 

Pemerintah Aceh

Bunda Guru Aceh Salurkan Seragam dan Makanan Bergizi untuk Siswa Terdampak Banjir di Aceh Timur

Advetorial

Program Seribu Buku Belum Merata di Aceh, Tergantung Peran Desa

Daerah

Dinas Pendidikan Aceh Serukan Penggalangan Donasi untuk Guru, Tendik dan Siswa Terdampak Banjir Aceh

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Setda Aceh Gelar Sosialisasi Pencatatan Non-Tender

Daerah

Kemendagri Angkat Bicara Terkait Bupati Aceh Selatan Pergi ke Luar Negeri di Tengah Bencana

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh: JKA Tetap Berjalan, Penyesuaian Dilakukan Agar Lebih Tepat Sasaran