Home / Politik

Kamis, 13 Februari 2025 - 01:41 WIB

Mualem-Dek Fadh Resmi Pimpin Aceh, Harapan Besar untuk Kemajuan Ekonomi dan Pendidikan

mm Redaksi

Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf. Foto: Dok. Pribadi/NOA.co.id

Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf. Foto: Dok. Pribadi/NOA.co.id

Banda Aceh – Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) resmi menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030.

Keduanya dilantik langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam upacara yang digelar di Gedung DPR Aceh, Rabu (12/02/2025).

Pelantikan ini menjadi penanda awal kepemimpinan baru di Aceh, yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan di berbagai sektor.

Dalam pidatonya, Mualem menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan.

Ketua Umum Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, menegaskan bahwa kepemimpinan Mualem dan Dek Fadh harus menjadi momentum untuk kebangkitan ekonomi Aceh.

Baca Juga :  Peroleh Nomor Urut 2 di Pilkada 2024, Relawan BARA Semakin Tancap Gas Menangkan Pasangan ADAB di Aceh Besar

Menurutnya, dengan latar belakang kepemimpinan dan pengalaman yang dimiliki, Mualem diyakini mampu membawa Aceh keluar dari stagnasi ekonomi yang selama ini membayangi.

“Kita berharap kebijakan ekonomi yang diterapkan nanti benar-benar berdampak pada kesejahteraan rakyat. Aceh memiliki potensi besar, baik dari sektor pertanian, perikanan, hingga industri kreatif. Ini harus dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Sulaiman.

Selain itu, ia juga mendorong pemerintah yang baru untuk lebih aktif dalam menarik investasi dan mengembangkan sektor pariwisata berbasis syariah, yang selama ini belum dikelola secara optimal.

Baca Juga :  Ratusan KPA Wilayah Peureulak Dukung H. Sulaiman Tole Dan Abdul Hamid Apong Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur

Di sektor pendidikan, harapan besar juga disematkan pada kepemimpinan Mualem dan Dek Fadh.

Aceh masih menghadapi tantangan besar dalam hal kualitas pendidikan, akses sekolah di daerah terpencil, serta keterbatasan fasilitas belajar.

“Pendidikan harus menjadi prioritas utama. Kita ingin melihat ada peningkatan signifikan dalam kualitas sekolah, kesejahteraan guru, serta akses pendidikan tinggi bagi anak-anak Aceh,” lanjut Sulaiman.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pemberian beasiswa bagi mahasiswa Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, serta penguatan program pendidikan vokasi untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di industri.

Baca Juga :  Mahasiswa Desak Panwaslih Tindaklanjuti Indikasi Penggelembungan Suara di Aceh Timur ke Ranah Pidana dan DKPP

Pelantikan Mualem dan Dek Fadh bukan hanya sekadar seremonial pergantian kepemimpinan. 

Ini adalah awal dari babak baru bagi Aceh, yang diharapkan mampu keluar dari bayang-bayang ketimpangan ekonomi dan tantangan sosial yang selama ini menghambat pembangunan.

Dengan dukungan penuh dari masyarakat, serta kebijakan yang tepat sasaran, harapan besar untuk Aceh yang lebih maju bukanlah sekadar wacana.

Kini, semua mata tertuju pada langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh Mualem dan Dek Fadh dalam lima tahun ke depan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Ketua Komisi I DPRA Tanggapi Soal Penambahan 4 Batalyon di Aceh : Antara Keamanan dan Ancaman terhadap Perdamaian

Politik

PBN Aceh Apresiasi Polda Aceh atas Penghargaan IKPA Terbaik dari Kapolri

Aceh Besar

Setahun Kepemimpinan Muharram–Syukri di Aceh Besar, Janji Kampanye Mulai Dipertanyakan

Politik

Relawan Pribumi Pidie Nyatakan Sikap Siap Menang Pasangan Bustami-Fadhil

Aceh Timur

Diduga KIP Aceh Timur Kurang Transparan Terkait Dana Publikasi, Sejumlah Organisasi Wartawan Desak Polres Dan Jaksa Periksa

Aceh Barat Daya

Partai Golkar Salurkan 19,5 Ton Pupuk gratis untuk warga Abdya

Politik

Dimasa Panglima GAM, Sulaiman Manaf Dorong KKR Aceh Lebih Produktif

Parlementaria

Pang Ucok Sesalkan Pertamina Tak Mampu Menjaga Pasokan BBM di Aceh