Home / Nasional / Pemerintah

Sabtu, 26 April 2025 - 10:34 WIB

Kementerian P2MI Targetkan penempatan Pekerja Migran Tahun 2025 sebesar 425 ribu orang

mm Redaksi

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani (Tengah) saat memberikan kuliah umum di LPKS Balindo Paradiso, Denpasar, Bali, Jumat (25/4/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-KemenP2MI).

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani (Tengah) saat memberikan kuliah umum di LPKS Balindo Paradiso, Denpasar, Bali, Jumat (25/4/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-KemenP2MI).

Bali – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani menyebutkan bahwa menjadi pekerja migran bisa menjadi salah satu jalan untuk meraih kemakmuran, asalkan dilakukan dengan prosedur yang benar, Jumat (25/4/).

“Pekerja migran bisa membuka jalan menuju kemakmuran jika diseriusi, bekerja di tempat yang tepat, dan tentu saja prosedural,” Kata Christina Aryani dalam keterangan resminya.

Di hadapan para siswa akademi khusus perhotelan dan kapal pesiar itu, Wamen P2MI mengungkapkan kontribusi pekerja migran dalam meningkatkan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Menteri P2MI Abdul Kadir Karding gelar audiensi dengan Ketua KPAI

Christina mencontohkan, salah satu daerah penghasil pekerja migran, Kendal, Jawa Tengah, mengalami lonjakan harga tanah dan penjualan rumah yang dipicu oleh kontribusi pekerja migran.

“Pekerja migran turut mempengaruhi pasar. Harga tanah di sana melonjak,” katanya.

Christina Aryani menambahkan, Indonesia kini tengah membuka peluang pasar baru, terutama di sektor hospitality dan kapal pesiar, seperti yang dilakoni oleh LPKS Balindo Paradiso. Pada 2024, Kementerian P2MI berhasil menempatkan 297 ribu pekerja migran, dan target penempatan untuk 2025 sebesar 425 ribu orang.

Baca Juga :  Semua Mobil Dinas Pemerintah Aceh Ditempel Stiker Kampanye PON

“Kita ingin membuka lebih banyak pasar non-tradisional, seperti Belanda, Kanada, Cekoslowakia, Australia, dan Amerika,” ujarnya.

Namun, Wamen P2MI mengingatkan para lulusan LPKS Balindo Paradiso yang ingin bekerja di luar negeri untuk memastikan legalitas dokumen mereka, seperti paspor, visa, dan kontrak kerja.

“Harus dibaca dan dipahami dengan baik. Ini menjadi ikatan antara kita dan pemberi kerja. Setelah tanda tangan, kita dianggap sudah paham isi kontrak,” Ujarnya.

Baca Juga :  Aktivis HAM: Tak Sulit Bagi Polisi Ungkap Mafia Penyelundupan Pekerja Migran ke Malaysia  

Christina Aryani juga mengingatkan agar calon pekerja migran, khususnya dari LPKS Balindo Paradiso, berhati-hati dan tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal di luar negeri.

Ia menyarankan untuk memverifikasi informasi lowongan pekerjaan melalui website resmi Siskop2mi atau kantor BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) terdekat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

Jaksa Agung Terima Kunjungan Menteri Kehutanan Bahas Koordinasi Penegakan Hukum Terkait Kehutanan

Nasional

Inflasi YoY Mei 2024 Sebesar 2,84 Persen, Plt. Sekjen Kemendagri Tekankan soal Pemantauan Distribusi Komoditas Impor

Aceh Barat

Tingkatkan Pelayanan Publik, Diskominsa Aceh Barat Gelar Pelatihan Pengolaan Website PPID Pelaksana

Aceh Barat

Tinjau Venue PON di Aceh Barat, Pj Gubernur Pastikan Fasilitas Olahraga Sesuai Standar

Aceh Besar

Pastikan Distribusi Air Merata, Bupati Aceh Besar Tinjau Irigasi Pertanian di Dua Kecamatan

Daerah

Perlindungan hukum pekerja, Kejati Aceh Apresiasi BPJS Ketenagakerjaan

Aceh Besar

DLH dan DPRK Aceh Besar Bina Honda Arista, Dorong Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Nasional

Menhan Sjafrie Lantik Deputi Dewan Pertahanan Nasional