Home / Daerah / Peristiwa

Rabu, 28 Mei 2025 - 10:00 WIB

Pemuda Aceh : Pemerintah Pusat harus Kembalikan Empat Pulau Aceh Singkil

mm Redaksi

Foto : Pemuda Aceh, Dedi Novrizal (Dok.Pribadi).

Foto : Pemuda Aceh, Dedi Novrizal (Dok.Pribadi).

Banda Aceh – Potensi migas Aceh kembali menjadi sorotan setelah empat pulau kecil yang terletak di kawasan Aceh Singkil hilang dari peta administratif, Rabu, 28 Mei 2025.

Keempat pulau tersebut adalah:

1. Pulau Mangkir Gadang
2. Pulau Mangkir Ketek
3. Pulau Lipan
4. Pulau Panjang

“Kehilangan ini disebabkan oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 56 Tahun 2015 tentang kode dan data wilayah administrasi pemerintahan, yang mencatatkan keempat pulau tersebut sebagai bagian dari Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara,” Kata Pemuda Aceh, Dedi Novrizal, 28 Mei 2025.

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan, HIMAPAS Berbagi Bendera Merah Putih kepada pengendara

Dedi menjelaskan, Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh berpegang pada dasar hukum yang lebih tinggi dan lebih tua, Undang-Undang No. 14 Tahun 1999, yang secara eksplisit menyebutkan bahwa gugusan kepulauan di kecamatan Pulau Banyak adalah bagian integral dari Kabupaten Aceh Singkil. Undang-Undang ini memiliki kedudukan lebih tinggi daripada Peraturan Menteri, namun faktanya di lapangan, permendagri inilah yang menjadi acuan.

Baca Juga :  DPRK Aceh Timur Gelar Rapat Paripurna Kedua

“Kita tidak bisa diam melihat keempat pulau kita dicaplok oleh pihak lain. Kita harus bersatu dan memperjuangkan hak kita untuk mengembalikan keempat pulau tersebut”, Tegasnya.

“Mari kita suarakan bersama-sama, ‘Rembut Kembali 4 Pulau Aceh’! Kita harus memperjuangkan hak kita sebagai warga Aceh untuk memiliki dan mengelola sumber daya alam yang ada di wilayah kita. Jangan biarkan keputusan yang tidak adil ini terus berlanjut. Kita harus bersatu dan berjuang untuk mengembalikan keempat pulau kita yang dicaplok oleh Sumatera Utara.” Tambah Dedi Novrizal.

Baca Juga :  Eks GAM Minta Pemerintah Tunda Pembagian Lahan Kopi

Pernyataan Dedi Novrizal tersebut menjadi seruan bagi masyarakat Aceh untuk bersatu dan memperjuangkan hak mereka. Dengan merujuk pada Undang-Undang No. 14 Tahun 1999, diharapkan keadilan dan kemakmuran bagi masyarakat Aceh dapat terwujud.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Turnamen Amuren Cup VIII Simeulue Dihentikan, Muncul Isu Dugaan Setoran Rp 50 Juta untuk Izin

Daerah

Media Wajib Legal, SMSI Pidie Dorong Profesionalisme Pers

Daerah

Disdikbud Aceh Singkil : Dari total 281 pendaftar untuk program Beasiswa Afirmasi , hanya 20 kuota yang tersedia

Daerah

BP3MI Aceh : USK diusulkan tempat seleksi bahasa bagi CPMI Asal aceh

Peristiwa

Diduga Anianya Wartawan, Oknum Keuchik di Pidie Jaya Dipolisikan

Aceh Jaya

Hari Ketiga, Nelayan Hilang di Keude Unga Belum Ditemukan, Tim SAR Sisir Laut hingga 16 Mil

Peristiwa

Diprotes Publik, Ketua MS Jantho Dipindahkan ke Sumatera Utara

Daerah

Dinilai Rugikan Rakyat Aceh, Ketua DPRA dan Ketua TAPA Diminta Bertanggung Jawab atas Keterlambatan APBA 2024