Home / Daerah / Peristiwa

Selasa, 30 September 2025 - 18:26 WIB

Listrik di Aceh Padam, Himapas Desak Reformasi PLN

mm Redaksi

Pemadaman listrik ( Foto : Ilustrasi).

Pemadaman listrik ( Foto : Ilustrasi).

Banda Aceh – Hingga saat ini, Masyarakat di Provinsi Aceh masih mengalami pemadaman listrik berkepanjangan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) Safriadi mengecam lambannya penanganan dan mendesak dilakukan investigasi menyeluruh serta reformasi sistem kelistrikan di Aceh.

“Pemadaman listrik yang terjadi sejak beberapa waktu lalu telah berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat aceh, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, dan sektor ekonomi lokal,” Kata Sapriadi Pohan dalam keterangan resminya, Selasa, 30 September 2025.

Dia menambahkan, Pihaknya sangat kecewa terhadap lambannya respon PLN dalam menangani krisis ini. Hingga kini, tidak ada penjelasan yang transparan kepada publik.

“Jika pemadaman ini terus dibiarkan, akan ada konsekuensi sosial yang lebih besar,” tegasnya.

Baca Juga :  Kepala UPTD Puskesmas Dan PNS Darul Aman Terima Satyalancana Karya Satya Dari Presiden RI

HIMAPAS menilai, keterlambatan pemulihan menunjukkan lemahnya koordinasi dan ketidaksiapan sistem kelistrikan di wilayah Aceh, Tuntutan HIMAPAS:

1. PLN segera memulihkan pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak di Aceh.

2. Transparansi penuh dalam hasil investigasi penyebab pemadaman.

3. Reformasi sistem kelistrikan, khususnya dalam hal respons darurat dan perawatan infrastruktur.

4. Pemerintah daerah dan pusat turut bertanggung jawab dalam mendorong evaluasi kinerja PLN di Aceh.

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada kejelasan, kami siap turun ke jalan dan melakukan aksi solidaritas demi hak masyarakat atas layanan dasar,” tambah Sapriadi.

HIMAPAS juga mengajak elemen masyarakat sipil, LSM, dan lembaga pengawasan publik untuk bersama-sama mengawal isu ini agar tidak terus merugikan masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Kejari Pidie Jaya Amankan Uang BOS Hasil Tipikor di SMPN 1 Bandar Dua

Sebelumnya, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyiagakan ratusan personel di lapangan sebagai upaya penormalan listrik di provinsi ujung paling barat Indonesia itu yang secara bertahap akan pulih.

“Tim di lapangan terus bekerja untuk menormalkan kembali listrik bisa segera normal 100 persen untuk sebagian wilayah Kota Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Aceh, Lukman Hakim di Banda Aceh, Selasa.

Ia menjelaskan PLN terus melakukan perbaikan dan penormalan listrik di Aceh akan pulih secara bertahap.

Baca Juga :  Eskalasi konflik Iran–Israel, Kemenko Polkam Koordinasikan Pemulangan WNI dari Iran

Ia menyebutkan saat ini listrik dalam tahap penormalan dan terus diupayakan dapat normal 100 persen.

Investigasi

Pihaknya saat ini juga terus menunggu investigasi terkait penyebab listrik padam di Aceh yang terjadi Senin.

“Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat mengakses layanan 24 jam melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123,” katanya.

Pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut kepada seluruh pelanggan setia di seluruh Aceh.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat, tim terus berupaya melakukan penormalan dan kami pastikan listrik akan normal kembali,” katanya.

Pihaknya juga bertekad untuk memberikan Pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan di Provinsi Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

PSIM ke Liga 1: Lebih dari Sepak Bola, ini Identitas dan Harga Diri Kota  

Daerah

Polda Aceh Gelar Nobar Wayang Kulit Lakon Wahyu Cakraningrat

Daerah

259 KK Warga Kecamatan Rantau Aceh Tamiang Terima DTH dari BNPB

Daerah

Petani di Sabang Tidak Dapat Alokasi Pupuk Subsidi, Ombudsman Turun Tangan

Peristiwa

Ribuan Masyarakat Nagan Raya minta Tak Hentikan Tambang Rakyat: Kami bekerja di Tanah Sendiri

Daerah

Enam Bulan Tanpa Insentif, Aparat Desa di Kabupaten Simeulue Mengeluh

Peristiwa

Satu Hektar Lahan Terbakar di Sabang

Daerah

Kemenko Polkam Tugaskan Tim Khusus Pantau Pilkada Aceh 2024