Home / Opini

Jumat, 2 Februari 2024 - 17:50 WIB

Ziarah Kubur dan Keutamaan Mengunjungi Handai Taulan

REDAKSI - Penulis Berita

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil

Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil

Zuarah kubur merupakan amalan yang dibenarkan syariat melalui banyak nash Hadits atau Sabda Rasul. Diantara keutamaannya adalah mengingat mati serta memberi salam kepada Ahli Kubur. Di antara adab yang dianjurkan tatkala berziarah kubur adalah menjaga sikap dengan mengangkat alas kaki atau sandal tatkala mendekati pemakaman. Tatkala berhadapan, maka sepatutnya mengucapkan salam sekaligus do’a sebagaimana yang diajarkan dalam Hadist Riwayat Muslim 2/671 Ibnu Majah, dan lafalnya dari dia, 1/494 dari Buraidah Radliallahu ‘anhu dan di antara dua tanda kurung adalah Hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anhaa dalam riwayat Muslim 2/671. Berikut lafal beserta artinya:

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Melambung di Pasaran

“Assalamu’alaykum Ahlad-diar, minal mukminin wal musliminina, wa Inna wa inshaaAllahi bikum lalahiquun (wa yarhamullahul mustaqdimiina minna wal musta’khuriin) as’alullaha Lana wa lakum al-aafiaah.”

“Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penghuni kubur dari orang-orang mu’min dan muslim, dan sesungguhnya kami Insya Allah akan menyusul kalian (Semoga Allah merahmati orang yang mendahului diantara kita dan mereka yang menyusul kemudian). Aku memohon kepada Allah untuk kami dan kalian keselamatan.”

Baca Juga :  Rekomendasi Demi Mewujudkan Mimpi Teluk Surin-Barsela

Meski secara hari pengistimewaan, tidak dikhususkan untuk mengunjungi handai taulan. Namun, sebagaimana disabdakan secara rutin sebelum khatib naik mimbar bahwa Jum’at adalah penghulu hari atau disebut “Sayyid al-Ayyam.” Maka mengunjungi keluarga karib atau handai taulan, sebagai bagian dari perayaan “Ied” tersendiri yang tentu berbeda denga dengan “Ied” Fitri atau Adha. Termasuk mengunjungi orang miskin dan menjenguk orang sakit.

Tentunya Mendo’akan kebaikan untuk ahli kubur, terlebih kedua orang tua adalah utama pada saat-saat yang diijibahnya do’a seperti Hari Jum’at, di seperempat malam, dan waktu puasa.

Baca Juga :  Kegagalan Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur; KKP Mesti Umumkan Perusahaan Lelang Ikan

Menziarahi kubur khususnya kerabat seperti ayah dan ibu juga mengingatkan semisal keduanya masih memiliki perkara dunia yang harus diselesaikan khususnya oleh keluarga selaku ahli waris yang masih hidup. Kemudian, dapat juga menjadi momentum bagi peziarah untuk mengingatkan jika kelak meninggalkan terkait wasiat, baik harta, pemakaman, dan lain sebagainya, termasuk melapangkan dada terhadap berbagai hal termasuk kabar baik dan ancaman terkait fenomena alam kubur, “Wallahu a’lam.” []

Share :

Baca Juga

Opini

Perjalanan Menginspirasi dari Desa ke Puncak Kesuksesan Melalui Pendidikan Hingga Bercita-cita Jadi Profesor

Opini

Akibat Disidang Senior, Siswa Kelas Dua SMU Unggul Pijay Trauma

Opini

Himastra 07 UIN Arraniry Banda Aceh : Idul Fitri, Momen Penting untuk Menebalkan Tali Silaturahmi dan Merajut Kembali Keharmonisan Sosial

Opini

Muhammad Aditia Rizki : Pemilu 2024, Menjaga kesucian Pesta Demokrasi dengan Meningkatjan Transparansi dan Akuntabilitas

Nasional

Pastikan Kita Punya Urgensi Dan Alasan Yang Kuat Untuk Mengubah Sistem Pemilu

Opini

Pembelajaran Bermakna dengan Memanfaatkan Aplikasi Digital

Opini

Kemampuan yang Harus Dimiliki oleh Seorang Pemimpin

Opini

Harapan Wali Nanggroe Makbul