Meulaboh – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat menggelar pelatihan membatik di Aula KPPN Meulaboh, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini digelar sebagai langkah nyata untuk melestarikan seni membatik sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah.
Ketua Dekranasda Aceh Barat, Afrinda Novalia, SE MM, mengatakan bahwa membatik merupakan teknik perintangan warna menggunakan lilin panas atau malam untuk menciptakan motif tertentu. Ia menegaskan bahwa batik bukan hanya sebuah motif, tetapi sebuah proses seni yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO.
“Pelatihan ini penting untuk mempelajari dan melestarikan budaya lokal maupun nasional melalui seni membatik,” ujarnya.
Afrinda menjelaskan, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta untuk mengasah kemampuan dan keterampilan membatik sehingga mampu melahirkan wirausaha baru, khususnya di kalangan generasi muda dan masyarakat umum. Upaya ini diyakini dapat membuka lapangan kerja serta berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga dan daerah.
“Dekranasda Aceh Barat berkomitmen terus membina para perajin, meningkatkan kapasitas, memfasilitasi akses pasar, hingga mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam usaha kerajinan,” tambahnya.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan untuk menimba ilmu dari narasumber yang kompeten. Dengan demikian, para peserta dapat menjadi wirausaha yang sukses, berdaya saing, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Afrinda juga menegaskan bahwa pihaknya berharap program pelatihan membatik ini dapat berkelanjutan setiap tahun, sehingga mampu melahirkan lebih banyak perajin batik yang berkualitas dan berdampak maksimal bagi masyarakat.
“Ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta semoga dapat diterapkan untuk menghasilkan produk batik yang lebih menarik, inovatif, dan sesuai perkembangan zaman,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK









