Home / Nasional

Minggu, 11 Januari 2026 - 08:14 WIB

Simpati Lintas Budaya, 1.520 Penari Ratoh dari Berbagai Latar Belakang Galang Dana untuk Aceh di Jakarta

mm Redaksi

Ribuan penari Ratoh Jaroe tampil serempak di Pelataran TMII, Jakarta, dalam aksi kemanusiaan “Aceh Lon Sayang” untuk menggalang dana bagi korban banjir bandang di Aceh, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ribuan penari Ratoh Jaroe tampil serempak di Pelataran TMII, Jakarta, dalam aksi kemanusiaan “Aceh Lon Sayang” untuk menggalang dana bagi korban banjir bandang di Aceh, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta – Pelataran Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi saksi bisu sebuah aksi kemanusiaan yang luar biasa pada Sabtu (10/1/2026).

Sebanyak 1.520 penari Ratoh Jaroe, yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan daerah, bersatu dalam harmoni gerakan untuk menggalang dana bagi korban banjir bandang di Aceh melalui acara bertajuk “Aceh Lon Sayang”.

Kehadiran ribuan penari ini menunjukkan bahwa duka yang dirasakan rakyat Aceh kini telah menjadi duka masyarakat Indonesia. Kegiatan ini pun mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Aceh.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Bencana di Bireuen, Didampingi Gubernur Aceh dan Jajaran Forkopimda

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Said Marzuki, yang hadir mewakili Pemerintah Aceh, mengaku sangat tersentuh melihat antusiasme masyarakat luas dalam kegiatan penggalangan dana tersebut.

“Ini sungguh luar biasa. Mereka yang menari hari ini bukan hanya saudara-saudara kita dari Aceh, tapi dari berbagai latar belakang dan daerah. Ini adalah bukti nyata bahwa persaudaraan kita tidak dibatasi oleh sekat geografis. Inisiatif mandiri ini lahir murni dari keinginan membantu sesama yang sedang tertimpa musibah,” ujar Said Marzuki saat memberikan sambutan di TMII.

Baca Juga :  Bikin Bangga, Tim Terjun Payung Polri Raih Prestasi di Kejuaraan Skydiving Asia dan Dunia

Said menekankan bahwa langkah yang diambil oleh para penari ini merupakan tamparan positif bagi semangat kebangsaan.

Baca Juga :  Prof Adjunct Dr Marniati, Wanita Aceh Pertama Penerima Anugerah Temenggong Tun Hasan DMDI di Singapura

Ia memuji bagaimana seni tradisional Aceh dapat menjadi pemersatu untuk tujuan kemanusiaan.

“Bagi kami, aksi yang digelar oleh para penari Ratoh Jaroe ini adalah aksi yang mulia. Kami berterima kasih karena kalian telah membantu masyarakat Aceh. Meski kalian bukan putra-putri Aceh, namun kepedulian kalian sangat dirasakan oleh masyarakat kami di sana. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,” tambahnya dengan penuh haru.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketua KNPI DKI Desak Pemprov Audit Infrastruktur Bawah Tanah

Nasional

Akses Jalan Nasional Sempat Macet Akibat Terendam Banjir, BPJN Aceh Terapkan Sistem Buka Tutup

Nasional

Mahkamah Konstitusi tolak uji materi aturan polisi bertindak menurut penilaian sendiri

Hukrim

Jaksa Agung Terima Kunjungan Menteri Kehutanan Bahas Koordinasi Penegakan Hukum Terkait Kehutanan

Nasional

Ada apa di tanggal 3 Maret?

Nasional

Presiden Prabowo Teken Keppres Pembentukan Pengadilan Baru, Apa Saja?

Daerah

Kemenko Polkam Kirim Bantuan 20 Unit Mobil Penjernih Air pada Korban Bencana di Sumatera dan Aceh

Hukrim

KPK : Satu Tersangka Gratifikasi di MPR Terima Uang Rp 17 Miliar