NTT – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama Satgas BAIS TNI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pupuk subsidi jenis Urea di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Sebanyak 15 karung pupuk subsidi diamankan saat patroli malam di Dusun Halimukti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (31/1/2026) malam.
Penggagalan penyelundupan tersebut dilakukan oleh personel Pos Silawan SSK I Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad, berawal dari informasi intelijen terkait dugaan aktivitas ilegal di wilayah perbatasan Desa Silawan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Komandan Kompi SSK I memerintahkan pelaksanaan patroli terpadu oleh Pos Silawan, Pos Damar, dan Pos Motaain di sektor masing-masing.
Komandan Pos (Danpos) Silawan, Letda Arm Deddi Prima, menjelaskan dalam pelaksanaan patroli, personel Pos Silawan menerima laporan dari warga mengenai adanya orang dan kendaraan mencurigakan di sekitar jalur sungai perbatasan.
“Saat dilakukan penyisiran, personel mendapati dua orang tak dikenal yang membawa karung mencurigakan. Namun, ketika diberikan peringatan, kedua orang tersebut langsung melarikan diri ke arah wilayah Timor Leste melalui jalur sungai dan meninggalkan barang bawaannya,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan penyisiran lanjutan, katanya, personel Satgas menemukan dan mengamankan sebanyak 15 karung pupuk subsidi jenis Urea yang disembunyikan di semak-semak dan di sepanjang tepi sungai. Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan penyisiran lanjutan, katanya, personel Satgas menemukan dan mengamankan sebanyak 15 karung pupuk subsidi jenis Urea yang disembunyikan di semak-semak dan di sepanjang tepi sungai.
“Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Pos Silawan untuk proses pelaporan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menegaskan penggagalan tersebut merupakan wujud komitmen Satgas Pamtas dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mencegah kebocoran barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani Indonesia.
“Pupuk subsidi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya para petani. Kami akan terus meningkatkan patroli serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar upaya penyelundupan di wilayah perbatasan dapat dicegah secara maksimal,” tegas Letda Deddi.
Editor: Amiruddin. MK










