Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM memimpin rapat koordinasi darurat bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait dalam upaya percepatan penanganan banjir yang melanda sebagian besar wilayah Aceh Barat, Kamis (27/11/2025). Rapat digelar menyusul meningkatnya dampak banjir yang kini merendam 10 kecamatan dan diperkirakan masih berlanjut hingga 10 hari ke depan.
Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa lima wilayah tercatat sebagai daerah paling parah terdampak, yakni Woyla Raya, Sungai Mas, Pantai Cermin, Johan Pahlawan, dan Meureubo. Di dua kecamatan terakhir, warga mulai melakukan pengungsian akibat air yang terus meninggi dan akses jalan yang mulai terputus.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa kawasan masih belum dapat dijangkau oleh tim gabungan karena derasnya arus dan kerusakan infrastruktur. Lokasi tersebut mencakup Canggai, Jambak, Pante Ceureumen, dan Seuradeuk, yang membutuhkan tambahan peralatan serta personel untuk akses darurat.
Untuk memaksimalkan penanganan, Posko Bersama Penanganan Banjir Kabupaten Aceh Barat dipusatkan di Kantor BPBD Aceh Barat. Bupati Tarmizi menginstruksikan BPBD untuk mengambil alih kendali penuh koordinasi lapangan, termasuk mobilisasi tim dan distribusi bantuan ke seluruh titik terdampak.
“Semua komunikasi dan koordinasi dilakukan satu pintu melalui BPBD. Kondisi jaringan telekomunikasi terganggu, sehingga sementara ini kita hanya mengandalkan fasilitas radio dengan dukungan RAPI,” tegas Tarmizi.
Dalam situasi darurat ini, pemerintah juga memperkuat penanganan darat melalui penurunan personel TNI, Basarnas, dan unsur gabungan lainnya untuk melakukan evakuasi dan pengiriman logistik ke wilayah yang belum terjangkau.
Pemkab Aceh Barat mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengutamakan keselamatan diri, mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Editor: Amiruddin. MK











