Banda Aceh – Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS), Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa peran media sangat penting dalam mendukung kinerja dan kelancaran manajemen Bank Aceh Syariah sebagai bank milik Pemerintah Aceh.
Hal tersebut disampaikan Fadhil Ilyas saat acara coffee morning bersama insan pers di Banda Aceh, Senin (2/2/2026). Ia menyebutkan, Bank Aceh Syariah telah melalui masa-masa sulit dan kini bergerak ke arah yang lebih baik, yang tidak terlepas dari dukungan media.
“Peran media sangat membantu kami, baik dalam menyampaikan informasi maupun mengawal setiap kebijakan yang kami jalankan,” ujar Fadhil Ilyas.
Menurutnya, seluruh tenaga dan pikiran jajaran Bank Aceh Syariah dicurahkan demi kepentingan dan kemajuan Aceh. Salah satunya melalui keterlibatan aktif BAS dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.
“Masyarakat sangat terbantu dengan apa yang kami berikan. Selain itu, kami juga terus dipantau oleh para pemegang saham agar setiap langkah yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Fadhil Ilyas menambahkan, Bank Aceh Syariah telah membentuk dua tim recovery, salah satunya fokus pada pembiayaan yang patut dan wajar. Kedua tim tersebut bekerja secara paralel untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak.
Saat ini, lanjut Fadhil Ilyas, Bank Aceh Syariah menjadi salah satu bank yang mendapatkan kepercayaan (trust) dari berbagai pihak. Karena itu, ia berharap jika terdapat hal-hal yang kurang baik agar dapat diperkecil bahkan dihilangkan.
“Kami terus menjaga ekosistem Bank Aceh Syariah dengan prinsip patut dan wajar, tentunya dengan tetap menjaga keseimbangan dan keterbatasan yang ada,” katanya.
Fadhil Ilyas juga mengungkapkan bahwa Bank Aceh Syariah menerima dukungan dana sebesar Rp1,5 triliun dari pemerintah untuk pengembangan UMKM. Namun, dana tersebut tidak dibagikan secara langsung, melainkan melalui skema kuota margin pembiayaan.
Terkait relaksasi atau penundaan pembayaran bagi nasabah, Fadhil Ilyas menyampaikan bahwa pihaknya masih mencari solusi terbaik agar kebijakan yang diambil dapat memberikan kemudahan tanpa menimbulkan risiko di kemudian hari.
“Kami ingin memastikan setiap keputusan yang diambil adalah keputusan terbaik bagi semua pihak,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK










