Home / Peristiwa

Rabu, 10 September 2025 - 13:59 WIB

GAMMP Desak Tindak Tegas Pelaku Tambang Ilegal

mm Amir Sagita

GAMMP Pidie menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRK setempat, Rabu (10/9/2025) (Foto.Amir Sagita.NOA.co.id)

GAMMP Pidie menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRK setempat, Rabu (10/9/2025) (Foto.Amir Sagita.NOA.co.id)

Sigli – Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Pidie (GAMMP) mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, agar memperjelas regulasi pertambangan yang ada di wilayah Pidie, terutama praktik penambangan emas secara ilegal di Geumpang.

Bahkan terkesan pelaku penambang ilegal selama ini dilindungi, sehingga praktik tambang ilegal terus terjadi tanpa ada larangan oleh pemeerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH). Jangan ada yang melindungi mafia tambang, sehingga merusak hutan lindung.

Baca Juga :  Konflik Manusia Dan Buaya, Himapas: Rakyat Aceh Singkil Butuh Solusi

Unjuk rasa yang dilakukan GAMMP di depan gedung DPRK berlangsung aman dan tertib. Ratusan aparat kepolisian mengawal unjuk rasa tersebut. Ada beberapa petisi yang disampaikan oleh pengujuk rasa diantaranya.

“Kami GAMMP membuat pernyataan ini untuk menyampaikan tuntutan kami terkait beberapa isu yang akan kami sebutkan dibawah ini, dan kami percaya bahwa DPRK Pidie memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga :  Hanya Orang Gila yang Mau Kelola Bersama Empat Pulau Aceh Singkil

Mendesak DPRK untuk mengusut dan menindak tegas praktik tambang illegal, laku mendesak DPRK menertibkan tambang rakyat serta memperjelas regulasi tambang legal. Kemudian menuntut DPRK agar bersedia membuka draft pokok-pokok Pikiran (Pokir).

Selanjutnya mendesak DPRK untuk mengusut tuntas pertanggungjawaban Balai Wilayah Sungai. Apabila pimpinan DPRK Pidie tidak mampu menyelesaikan beberapa persoalan yang mendesak di Kabupaten Pidie, “maka kami GAMMP meminta pimpinan DPRK untuk segera mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Baca Juga :  Warga Darul Kamal Temukan Tengkorak dan Kerangka Manusia, Korban Hilang 56 Hari Lalu

“Kami tidak akan diam Ketika keadilan dikhianati, Ketika ruang hidup dirampas, dan ketika suara rakyat dibungkam. Aksi ini adalah bentuk perlawanan moral terhadap system yang telah lama gagal memberikan keadilan bagi rakyat Pidie.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Internasional

WNI Jadi Korban Razia Imigrasi AS, Berikut Penjelasan Kemlu RI

Daerah

PUPR Aceh Singkil : Status Jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten

Internasional

Kemlu RI : WNI anak ditangkap polisi Yordania diduga dukung ISIS

Daerah

Pascabencana, Warga Terdampak Banjir di Bireuen masih kesulitan dapatkan sanitasi dasar

Peristiwa

Bakamla RI Terjunkan Unsur Laut Cari Korban KM Osela di Perairan Bangka Belitung

Peristiwa

Polisi Tangkap Empat Orang Sedang Asyik Isap Ganja di Taman Meuraxa
rumah-warga-terbakar-di-aceh-barat

Peristiwa

Satu Unit Rumah Warga di Aceh Barat Ludes Terbakar

Internasional

Sekjen PBB Desak Penyelidikan atas Pembantaian di Lokasi Distribusi Bantuan Pangan