Home / Advetorial / Banda Aceh

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:07 WIB

Harga Jahe Basah Turun 8,57 Persen di Banda Aceh, Pasokan Dinilai Masih Mencukupi

mm Redaksi

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Hari Raya Iduladha, harga jahe basah di Kota Banda Aceh justru mengalami penurunan.

Berdasarkan data pemantauan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, harga jahe basah turun dari Rp35 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram atau berkurang 8,57 persen dibanding pekan sebelumnya.

ilustrasi : Jahe segar (sumber : www.freepik.com)

Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, mengatakan penurunan harga tersebut menjadi salah satu pergerakan harga yang berbeda dibanding beberapa komoditas lain yang mengalami kenaikan menjelang meugang dan Iduladha.

Baca Juga :  Pesona Puncak Kilonam, Hutan Lebat Berawan

“Berdasarkan hasil pemantauan harga pekan keempat Mei 2026, jahe basah turun dari Rp35 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram,” kata Bukhari, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, perubahan harga komoditas pangan dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari ketersediaan pasokan, distribusi barang hingga tingkat permintaan masyarakat di pasar. Ketika pasokan mencukupi dan permintaan relatif stabil, harga cenderung mengalami penurunan.

Sementara itu, sejumlah komoditas lain justru mengalami kenaikan harga. Cabai rawit hijau dan cabai rawit merah masing-masing naik 50 persen dari Rp30 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Cabai merah keriting juga meningkat dari Rp35 ribu menjadi Rp43 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Kasus AIDS dan TBC Meningkat, Pemko Banda Aceh Libatkan Ulama hingga Sekolah Perkuat Pencegahan ATM

Kenaikan turut terjadi pada daging sapi segar. Harga daging paha belakang kualitas I naik dari Rp170 ribu menjadi Rp180 ribu per kilogram, sedangkan harga tetelan meningkat dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Di luar beberapa komoditas tersebut, mayoritas kebutuhan pokok di Banda Aceh masih relatif stabil. Harga beras medium SPHP Bulog bertahan di angka Rp13.100 per kilogram, beras premium Rp15.700 per kilogram, gula pasir Rp19 ribu per kilogram, serta Minyakita Rp15.700 per liter.

Baca Juga :  Yuk! Lihat Pameran Kaset Jadul di Koetaradja Music Festival

Bukhari memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan harga secara berkala untuk menjaga stabilitas perdagangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman menjelang Hari Raya Iduladha. Penurunan harga jahe basah dinilai menjadi indikator bahwa pasokan sejumlah komoditas pangan masih cukup tersedia di pasar tradisional Kota Banda Aceh. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

TPID Lhokseumawe Bahas Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Lebaran

Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah Advokasi Dua Unit Ambulans untuk Gampong Lhong Raya dan Lamlagang

Banda Aceh

Buka Perjusa SMP Islam Al-Azhar Cairo, Wawalko Banda Aceh Tekankan Pentingnya Pembangunan Karakter

Banda Aceh

DPP PNA Gerakan Seluruh Elemen Untuk Menangkan Mualem-Dek Fadh

Advetorial

Komunitas Vespa Diharap Jadi Pilar untuk Promosikan Pariwisata dan Budaya Aceh

Banda Aceh

Forkopimda Banda Aceh Serukan Warga Tidak Rayakan Tahun Baru 2026, Ajak Perbanyak Ibadah

Advetorial

Aceh Vespa Festival Digeber 29 Oktober, Yuk Scooter Mania Kumpul

Advetorial

Seluruh Gampong di Banda Aceh Alokasikan Anggaran Pemberdayaan Perempuan, KWT Kota Baru Jadi Contoh