Home / Internasional / Peristiwa

Selasa, 6 Januari 2026 - 16:54 WIB

Kemlu RI Siapkan Rencana Darurat Evakuasi 37 WNI di Venezuela

mm Redaksi

Foto : Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri Indonesia

Foto : Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri Indonesia

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) Mengatakan KBRI Caracas terus berkomunikasi dengan warga negara Indonesia (WNI) buntut serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. KBRI Caracas sudah membuat rencana darurat mengevakuasi 37 Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela.

“Mengenai upaya mengamankan WNI di Venezuela, KBRI Caracas terus memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di sana dan juga telah membuat contingency plan (rencana darurat),” kata juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan WNI Meninggal di Bangladesh

Selanjutnya, Jubir Kemlu RI menyampaikan, Berdasarkan info KBRI Caracas, WNI yang berada di Venezuela sebanyak 37 orang.

Vahd menyebut Indonesia telah menyampaikan sikap atas konflik AS dan Venezuela tersebut. Menurutnya, Indonesia meminta semua pihak mengedepankan dialog dan menghormati hukum internasional.

“Dapat kami sampaikan bahwa Indonesia telah meminta semua pihak menahan diri, mengedepankan dialog, dan menghormati hukum internasional,” ucapnya.

Baca Juga :  Kemlu RI : Seorang WNI menjadi korban meninggal dalam kerusuhan di Bangladesh

Diketahui, serangan besar-besaran AS ke sejumlah titik di Venezuela diikuti penangkapan Nicolas Maduro merupakan puncak dari tekanan selama berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela. Operasi ini pun menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional.

Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari. Penangkapan diawali dengan serangan oleh pasukan AS. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dibawa ke AS.

Trump telah mendesak Maduro menyerahkan kekuasaan dan menuduhnya mendukung kartel narkoba. Trump menuduh Maduro dan kartel narkoba bertanggung jawab atas ribuan kematian warga AS yang terkait dengan penggunaan narkoba ilegal.

Baca Juga :  Kemlu RI Pastikan Perlindungan 30 WNI Peserta Global Sumud Flotilla ke Gaza

Sejak September 2025, pasukan AS telah membunuh lebih dari 100 orang dalam setidaknya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di Karibia dan Pasifik. Para ahli hukum mengatakan aksi AS itu kemungkinan melanggar hukum AS dan internasional.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Mendagri Diminta Presiden Prabowo Proses Bupati Aceh Selatan Buntut Umrah Saat Bencana

Hukrim

Tampang Kedua Oknum Jaksa Terjaring OTT KPK

Hukrim

Diduga Terlibat Jaringan Pedofilia, Enam WNI ditangkap

Daerah

Jelang Lebaran, BNPB Pastikan tidak ada lagi warga korban bencana gayo lues tinggal di tenda pengungsian

Daerah

Jembatan Gantung Garuda Berdiri Kokoh Di Pidie Jaya

Pemerintah

Insiden Kebakaran Kapal Barcelona V, Kemenko Polkam : Alarm bagi kita untuk berbenah

Daerah

Marak kapal Pukat Trawl, LMND Pertanyakan Pengawasan Laut Aceh Singkil

Peristiwa

TNI Bantu Polisi Kejar dan Ungkap Kasus Pengeroyokan