Home / Advetorial

Sabtu, 28 September 2024 - 15:43 WIB

Melihat Panorama Alam Krueng Lhoksandeng di Negeri Japakeh

mm Redaksi

Wisata alam Krueng Lhoksandeng di Pidie Jaya. Foto: NOA.co.id

Wisata alam Krueng Lhoksandeng di Pidie Jaya. Foto: NOA.co.id

Pidie Jaya – Bicara soal keindahan alam Aceh memang tidak akan pernah habisnya. Provinsi di ujung Sumatera itu menyimpan ragam destinasi wisata yang cukup memanjakan.

Seperti di Pidie Jaya (Pijay), Aceh, daerah yang dikenal dengan sebutan negeri Japakeh itu memiliki sejumlah destinasi mulai dari wisata religi, kuliner, alam, hingga sejarah (edukasi).

Namun, di balik banyaknya objek wisata itu ada satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan dengan nuansa alam masih begitu asri.

Wisata alam Krueng Lhoksandeng di Pidie Jaya. Foto: NOA.co.id

Destinasi ini sangat cocok bagi rakan yang suka berpetualang atau hanya sekadar ingin memanjakan tubuh bersama alam. Objek wisata ini berada di gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

Gampong Lhok Sandeng berjarak sekitar 7,5 kilometer dari jalan lintas nasional Banda Aceh-Medan atau pusat Kota Meureudu. Di sini, rakan bakal merasakan suasana alam sejuk dan air yang begitu jernih.

Baca Juga :  Air Terjun Lhok Jok Pidie, Surga Tersembunyi Bagi Pecinta Alam

Sepanjang sisi kiri dan kanan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Lhok Sandeng, dihiasi pepohonan tinggi dan rindang. Kawasan ini juga cocok dinikmati bagi keluarga yang ingin menikmati suasana liburan.

Warga di Desa Lhok Sandeng sangat ramah dan terbuka terhadap setiap wisatawan atau pelancong. Meski akses jalan menuju lokasi belum begitu baik, para pengunjung selalu ramai saat momen-momen hari libur.

“Desa Lhok Sandeng terkenal dengan pegunungan asri di Kecamatan Meurah Dua. Memiliki area yang luas dan layak untuk dikembangkan tempat wisata berbasis syariah,” kata salah seorang warga setempat, Miswar, Sabtu (28/09/2024).

Baca Juga :  Gubernur Nova Resmikan Gedung Balai Penelitian Kesehatan Aceh

Menurut Miswar, jika masyarakat ingin merasakan wisata alam dengan aliran air sungai yang sangat jernih dan alami ini adalah salah satu tempat patut dikunjungi.

“Wisata ini sangat cocok buat kita refreshing,” ujarnya.

Namun demikian, kata Miswar, objek wisata ini perlu adanya peraturan atau qanun desa terkait tata cara pengelolaan lokasi wisata. Terutama, tidak mengabaikan penerapan nilai-nilai syariat islam.

Tak hanya itu saja, beban bagi setiap warga di lokasi wisata arung jeram ini senantiasa menjaga kawasan sungai dan hutan lebih asri. Sehingga dapat menjadi pesona wisata bagi kunjungan wisatawan lokal lainnya dan dari luar daerah.

Sementara itu salah seorang warga Lhok Sanden, Rissan, mengungkapkan lokasi wisata tersebut tidak melulu dilihat dari sisi negatif atau bakal bertentangan dengan syariah.

Baca Juga :  Serunya Perjalanan Menuju Burni Kelieten, Rekomendasi Wisata Mendaki di Aceh Tengah

“Wisata itu juga sebagai media pendidikan bagi generasi yang akan datang untuk menjaga alam,” ucapnya.

Wisata alam Krueng Lhoksandeng di Pidie Jaya. Foto: NOA.co.id

Krueng Lhok Sandeng memiliki potensi yang luar biasa, Rissan meminta, masyarakat di kawasan tersebut untuk memastikan air sungai selalu bersih dengan tidak membuang sampah dan kotoran lainnya.

“Kita punya sungai yang baik, airnya luar biasa jernih, alamnya begitu asri. Ini harus terus dijaga,” ungkapnya.

Rissan juga berharap, Pemkab Pidie Jaya akan mengembangkan lokasi tersebut sebagai salah satu lokasi wisata andalan dimiliki Pidie Jaya, dengan membangun fasilitas terutama akses jalan menuju ke lokasi.

Share :

Baca Juga

Advetorial

Goa Loyang Korong Jalan Pintas Pengembala Kerbau Zaman Kolonial Belanja di Gayo

Advetorial

Kadisbudpar Aceh Dukung Rencana DKA Buat Program Rumah Belajar Seni

Advetorial

Kadisbudpar Aceh Ajak ASN Manfaatkan Medsos untuk Promosikan Pariwisata

Advetorial

Pantai Kiran, Destinasi Wisata yang Patut Anda Kunjungi di Pijay

Advetorial

Angka Penceraian di Aceh Terus Meningkat, Begini Respon Kepala DSI Aceh

Advetorial

Diskop UKM Aceh Bina Puluhan Pelaku Usaha Pengolahan Makanan

Advetorial

Program Seribu Buku Belum Merata di Aceh, Tergantung Peran Desa

Advetorial

Disbudpar Aceh Gelar Festival Seni Teater