Banda Aceh –
Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya dalam memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan pendidikan vokasi. Upaya tersebut dilakukan guna mencetak tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga global.
Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, saat mewakili Gubernur Aceh membuka kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan dan Uji Kompetensi SDM Vokasional Klasifikasi Jenjang 7 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Senin (9/2/2026).
Dalam sambutannya, M. Nasir menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam proses klasifikasi tenaga ahli. Ia menekankan bahwa penguatan kompetensi tidak hanya mencakup keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta tanggung jawab profesional.
“Pemerintah Aceh mengapresiasi setinggi-tingginya kepada USK yang terus berkomitmen mengembangkan pendidikan vokasi serta membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah, lembaga sertifikasi, hingga dunia usaha dan industri,” ujar M. Nasir.
Ia menambahkan, USK telah menunjukkan peran nyata dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Melalui sertifikasi kompetensi yang kredibel, lulusan vokasi diharapkan memiliki nilai tambah yang signifikan di pasar kerja.
Menurutnya, dinamika dunia kerja saat ini berkembang sangat cepat. Karena itu, para peserta didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan bersikap adaptif terhadap perubahan.
Selain penguatan kompetensi teknis, Sekda juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika profesi. Sertifikasi yang diperoleh, kata dia, merupakan amanah dan bentuk kepercayaan negara serta masyarakat yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
“Bangunlah budaya kolaborasi. Keberhasilan tidak lahir dari kerja sendiri, melainkan hasil kerja tim dan komunikasi yang baik. Jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK













