Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan komitmennya dalam mendukung pelestarian penyu di wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Lhoong. Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Sekda Aceh Besar, M. Ali, S.Sos., M.Si., saat mewakili Bupati Aceh Besar pada kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pelepasan tukik (bibit penyu) di Pantai Blang Mee, Gampong Lamkuta, Kecamatan Lhoong, Jumat (30/1/2026) sore.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Konservasi Penyu Kecamatan Lhoong itu ditandai dengan pelepasan 90 ekor tukik ke laut sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian satwa laut yang dilindungi.
Dalam sambutannya, M. Ali menyampaikan bahwa Kecamatan Lhoong selama ini dikenal sebagai kawasan penghasil durian serta kuliner khas Aceh, kuah pliek chue. Ke depan, ia berharap Lhoong juga dikenal sebagai kawasan konservasi penyu.
“Selama ini Lhoong dikenal dengan durian dan kuah pliek chue. Ke depan, kita berharap Lhoong juga dikenal sebagai kawasan pelestarian penyu dan pengelolaan telur penyu berbasis konservasi,” ujar M. Ali.
Ia mengakui bahwa pelestarian penyu bukanlah pekerjaan mudah. Tantangan dimulai dari pengamanan telur penyu di sepanjang pesisir hingga ancaman predator setelah tukik dilepas ke laut.
“Tantangan pelestarian penyu sangat berat, mulai dari pengamanan telur di pantai hingga tukik yang dilepas ke laut harus menghadapi berbagai ancaman. Namun pemerintah daerah akan terus berupaya mendukung kegiatan konservasi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Konservasi Penyu Kecamatan Lhoong, Munawir, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga keberlangsungan penyu.
“Kegiatan ini untuk mendukung pelestarian penyu. Kami berharap Pemkab Aceh Besar dapat mendukung agar lokasi ini menjadi pusat pelestarian penyu di Kecamatan Lhoong,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Keuchik Baroh Blang Mee, Hendri Saputra, yang menilai langkah Munawir patut didukung karena berbeda dari kebiasaan sebagian masyarakat pesisir yang masih memanfaatkan telur penyu untuk konsumsi.
“Di tengah masyarakat pesisir yang umumnya mencari telur penyu untuk dikonsumsi, Munawir justru mengumpulkannya untuk dilestarikan. Ini patut diapresiasi dan kami sangat mendukung,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Besar Muwardi, SH, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Besar Arifin, SHI, MSi, perwakilan Bea Cukai Aceh, unsur Forkopimcam Lhoong, serta anggota Kwartir Pramuka Ranting (Kwarran) Kecamatan Lhoong.
Editor: Amiruddin. MK










