Home / Tni-Polri

Senin, 23 Maret 2026 - 23:27 WIB

Percepatan Pembangunan jembatan Bailey Kodam IM Capai 53,4℅

mm Redaksi

Personel Kodam Iskandar Muda membangun jembatan Bailey untuk mempercepat akses transportasi di wilayah terpencil Aceh, Senin (23/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Personel Kodam Iskandar Muda membangun jembatan Bailey untuk mempercepat akses transportasi di wilayah terpencil Aceh, Senin (23/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Aceh, khususnya melalui pembangunan jembatan Bailey yang menjadi solusi cepat dalam mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat, terutama di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil. Senin (23/3/2026).

Berdasarkan laporan terbaru progres pembangunan jembatan Bailey di wilayah Kodam IM, tercatat sebanyak 73 unit jembatan menjadi sasaran pembangunan. Dari jumlah tersebut, 39 jembatan telah selesai 100%, 2 jembatan dalam tahap pemasangan, 17 titik telah selesai disurvei (19 set), 9 titik masih dalam proses survei, serta 4 set material disiapkan sebagai cadangan (stand by).

Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara satuan jajaran Zeni TNI AD, seperti Yonzipur, Yonzikon, dan Denzipur, yang didukung oleh pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Jembatan Bailey yang dibangun tidak hanya bersifat sementara, namun memiliki peran strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terputus akibat banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.

Baca Juga :  Apel Perdana Kapolres Aceh Timur Tekankan Disiplin dan Netralitas Dalam Pemilu

Sejumlah jembatan yang telah rampung tersebar di berbagai kabupaten, antara lain Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Singkil, hingga Aceh Tamiang. Jembatan-jembatan tersebut di antaranya Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka, hingga Jembatan strategis seperti Alue Leuhop, Teupin Reusep, Kubu, serta Dusun Bandar Baru yang seluruhnya telah berfungsi optimal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan Bailey ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran mobilitas warga, distribusi logistik, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Beberapa jembatan bahkan menjadi akses vital penghubung antar kecamatan dan kabupaten yang sebelumnya sulit dilalui.

Baca Juga :  Menko Polkam: Kompolnas Akan Lebih Modern Sebagai Pengawas Polri

Selain itu, dalam pelaksanaannya juga dilakukan berbagai penyesuaian strategis di lapangan guna memastikan efektivitas dan efisiensi pembangunan. Di antaranya penggantian lokasi pembangunan jembatan berdasarkan tingkat urgensi dan manfaat bagi masyarakat, penyesuaian tipe jembatan sesuai kondisi medan, serta optimalisasi penggunaan material Bailey yang tersedia.

Sebagai contoh, penggantian pembangunan Jembatan Enang-Enang menjadi Jembatan Bener Kelipah dilakukan karena keterbatasan bentang dan stok material. Begitu pula beberapa titik lain dialihkan karena kondisi jembatan lama masih dapat difungsikan atau telah ditangani oleh pihak lain, seperti pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Sementara itu, untuk jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan, seperti Jembatan Bergang di Kabupaten Aceh Tengah dan Jalur Dua Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, progres terus berjalan dengan capaian masing-masing sebesar 9% dan 12,5%. Saat ini kegiatan difokuskan pada penyiapan lahan, rekondisi area, serta perakitan material pendukung seperti bronjong.

Baca Juga :  Irjen Ahmad Haydar: Sinergisitas dan Soliditas Forkopimda Kunci Kemajuan Aceh

Kodam Iskandar Muda menegaskan bahwa program pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan akses.

Dengan capaian progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. Kodam IM juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengawasan secara berkelanjutan guna memastikan kualitas dan keberlanjutan fungsi jembatan yang telah dibangun.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan solusi atas berbagai kesulitan rakyat di daerah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Inspektur Kodam Iskandar Muda Hadiri Jamuan Makan Malam Bersama Paskibraka Provinsi Aceh

Tni-Polri

Ditlantas Polda Aceh Pasang Papan Rambu Peringatan ETLE di Sejumlah Traffic Light

Tni-Polri

Hari Kedua Bertugas, Kapolda Aceh Tinjau Kesiapan Hunian Tetap Presisi di Aceh Tamiang Jelang Peresmian

Tni-Polri

Kunjungan Yonif 111/KB, Pangdam IM : Prajurit Harus Jadi Solusi dan Pengayom di Tengah Masyarakat

Daerah

Sat Lantas Polresta Banda Aceh Imbau Pengguna Kenderaan Untuk Gunakan Helm

Tni-Polri

Meriahkan Hari Bhayangkara, Polres Aceh Jaya Gelar Lomba Menembak

Daerah

Polda Aceh Bangun 23 Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Terdampak Bencana di Tamiang

Tni-Polri

Polda Aceh Peringati Tahun Baru Islam 1443 H