Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berupaya meningkatkan kapasitas perempuan agar memiliki peluang lebih besar terlibat dalam berbagai posisi strategis, baik di lingkungan masyarakat, organisasi, maupun pembangunan daerah.
Langkah tersebut dilakukan karena keterwakilan perempuan dalam berbagai sektor masih menghadapi sejumlah tantangan, meski perannya dinilai sangat penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, S.STP., M.M., melalui Kepala Bidang Kesetaraan Gender, Cut Yuni Marlita, S.KM., M.KM., mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia perempuan menjadi salah satu fokus yang terus didorong pemerintah.
Menurutnya, perempuan membutuhkan ruang dan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen, dan pengambilan keputusan.
“Kami ingin perempuan memiliki kepercayaan diri dan kemampuan yang memadai untuk terlibat lebih aktif dalam pembangunan. Penguatan kapasitas menjadi salah satu langkah penting agar perempuan mampu bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang,” ujar Cut Yuni dalam kegiatan pelatihan kepemimpinan perempuan, Kamis (4/6/2026) lalu.

Ia menjelaskan, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dan penggerak perubahan di tengah masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap berbagai kesempatan pengembangan diri.
DP3AP2KB menilai investasi pada pengembangan kapasitas perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Perempuan yang memiliki kemampuan kepemimpinan yang baik dinilai dapat berkontribusi dalam mendorong kesejahteraan keluarga sekaligus pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi, S.Pd., M.Pd., menilai perempuan memiliki posisi yang strategis dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya perempuan perlu menjadi perhatian bersama agar mereka mampu mengambil peran yang lebih luas dalam pembangunan.
Menurutnya, perempuan saat ini tidak hanya berkontribusi dalam urusan domestik, tetapi juga memiliki peran penting dalam sektor sosial, pendidikan, ekonomi, hingga politik.
“Perempuan memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin dan agen perubahan. Dengan kapasitas yang terus ditingkatkan, mereka dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan daerah,” katanya.
Melalui berbagai program penguatan kapasitas yang dijalankan, DP3AP2KB berharap semakin banyak perempuan Banda Aceh yang siap tampil sebagai pemimpin, penggerak masyarakat, serta bagian dari proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung terhadap pembangunan kota. (Adv)
Editor: Amiruddin. MK















