Home / Berita / Nasional / News

Kamis, 19 Maret 2026 - 17:58 WIB

Puncak Arus Mudik Capai 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas Pastikan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Bantu Situasi Terkendali

mm Poppy Rakhmawaty

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum.

Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum membeberkan kondisi arus lalu lintas pasca penerapan rekayasa one way nasional terpantau terkendali.

Kakorlantas menyebut, hingga saat ini sistem satu arah nasional masih diberlakukan untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan.

“Saat ini kami berada di bawah MBZ di jalan tol, menyampaikan bahwa kondisi arus lalu lintas setelah kami lakukan one way nasional arus balik kemarin tanggal 18, sampai saat ini masih kami berlakukan one way nasional. Adapun kondisi daripada arus lalu lintas khususnya di jalan tol, tentunya juga kami melihat dampaknya ke arteri ya. Sampai saat ini cukup terkendali,” kata Kakorlantas di Tol Jakarta -Cikampek, Kamis (19/3/2026) sore.

Baca Juga :  Belum Sebulan Menjabat Kapolsek KBJ, AKP Winarto Lakukan Aksi Tambal Jalan Bersama Personel

Berdasarkan data pada Kamis (19/3/2026), jumlah kendaraan pada puncak arus mencapai sekitar 270 ribu kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan catatan 258 ribu kendaraan.

“Oleh sebab itu, mekanisme daripada rekayasa lalu lintas dari kilometer 36 tadi sudah kami lakukan contraflow 1 lajur sampai km 47. Setelah masih ada bangkitan lagi, dari km 47 kita perpanjang ke km 48, itu 2 lajur. Dari km 48, kami buat lagi contraflow lajur 3 sampai ke km 70. Sampai km 70, tentunya nanti arah ke Trans Jawa alhamdulillah lancar karena sudah kita lakukan one way nasional. Itu kondisi yang terupdate hari ini,” tutur dia.

Baca Juga :  Nasionalisme Jadi Fondasi Stabilitas Politik dan Ketahanan Bangsa

Dalam proses tersebut, Irjen Pol. Agus menuturkan bahwa Jalan tol layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) sempat ditutup sementara selama kurang lebih satu setengah jam guna mendukung penerapan contraflow.

Setelah rekayasa selesai dilakukan, jalur tersebut kembali dibuka dan arus lalu lintas berangsur lancar.

“(Tol) MBZ tadi (Kamis 19 Maret 2026) kita tutup hampir 1 setengah jam. Karena langkah-langkah daripada contraflow sudah selesai ya tentunya kita buka lagi dan alhamdulillah sekarang lancar. Sudah lancar ya,” ungkap Irjen Agus.

Baca Juga :  Kejagung Geledah Kantor Ditjen Migas ESDM Terkait Korupsi Pertamina

Angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 2,8 persen. Sementara itu, angka fatalitas korban meninggal dunia turun signifikan hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami sampaikan bahwa peristiwa kecelakaan juga turun 2,8% per hari ini (Kamis 19 Maret 2026). Tetapi fatalitas korban yang meninggal dunia itu turun 40%. Jadi masih bagus, moga-moga sampai akhir Operasi Ketupat masih bisa kita pertahankan,” ucapnya.

“Dan kami mengharapkan untuk rekan-rekan pemudik agar memang harus hati-hati, harus sabar. Puncak arus sudah kita lalui, tinggal sekian persen nanti kita tunggu untuk kita amankan,” pungkasnya.

Editor: Poppy Rakhmawaty

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pondok Pesantren Kebakaran, Istri Gubernur Aceh Serahkan Bantuan untuk Santri Babul Maghfirah

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Resmikan Pagar Masjid Agung Al Munawwarah Kota Jantho

Nasional

Pemerintah Aceh Kembali Raih Predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Nasional

OJK dan Bareskrim Polri Geledah PT MASI Terkait Dugaan Manipulasi IPO dan Insider Trading, Dua Tersangka Ditetapkan

Nasional

Kapolri dan Panglima Sepakat Sinergitas TNI-Polri Kunci Sukses Keamanan KTT ASEAN

Nasional

Jaksa Agung : Kejaksaan Pastikan aset negara hasil sitaan berikan manfaat bagi rakyat

Nasional

Pj Bupati Aceh Besar Hadir dan Terima Arahan Presiden Jokowi di IKN

Nasional

Aktivis Demokrasi, Gita Permata: Situasi Hari Ini adalah Puncak Tragedi Politik