Home / Nasional / Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 - 12:45 WIB

Nasionalisme Jadi Fondasi Stabilitas Politik dan Ketahanan Bangsa

mm Redaksi

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat membacakan sambutan Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago di Lapangan Kemenko Polkam, Senin (19/1/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Polkam RI).

Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat membacakan sambutan Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago di Lapangan Kemenko Polkam, Senin (19/1/2026). (Foto : NOA.co.id/HO-Polkam RI).

Jakarta – Nilai nasionalisme ditegaskan sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas politik, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan ketahanan bangsa di tengah dinamika geopolitik global, perkembangan demokrasi, serta ruang digital yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, saat membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, pada Upacara Bendera yang digelar di Lapangan Kemenko Polkam, Senin (19/1/2026).

“Mencermati perkembangan situasi geopolitik dunia yang tengah memanas dan penuh ketidakpastian, menjadi pelajaran penting bahwa lemahnya nasionalisme dapat berdampak langsung pada tergerusnya kedaulatan negara,” kata Purwito.

Disampaikan, upacara ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen untuk terus mengukuhkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, serta semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga :  Jampidmil Kejagung Perkuat Penanganan Perkara Koneksitas dan Koordinasi Teknis

Nasionalisme bukan sekadar simbol atau slogan, melainkan kesadaran kolektif untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Nasionalisme merupakan benteng pertahanan jiwa bangsa yang paling kokoh, karena ia hidup di dalam hati setiap warga negara yang mencintai tanah airnya,” ungkap Purwito.

Nasionalisme juga menjadi landasan penting dalam menumbuhkan solidaritas, termasuk dalam merespons berbagai peristiwa yang menyentuh kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

“Sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat, Kemenko Polkam berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam penanganan dan pemulihan bencana alam di wilayah Sumatera,” kata Purwito.

Baca Juga :  Evakuasi tahap pertama, 11 WNI Tiba di Tanah Air dari Iran

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kemenko Polkam akan membangun hunian tetap bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Sumatera. Langkah ini bukan sekedar pembangunan fisik, melainkan upaya mengembalikan harapan, martabat, dan semangat kebersamaan.

“Langkah ini mencerminkan semangat nasionalisme dan gotong royong, bahwa penderitaan satu daerah adalah duka kita bersama, dan pemulihannya merupakan tanggung jawab bersama pula,” kata Purwito.

Ia menyampaikan, menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional bukanlah tugas yang ringan. Nasionalisme, demokrasi, kebebasan sipil, ruang digital, dan partisipasi publik merupakan bagian dari satu ekosistem politik yang saling berkaitan dan harus dikelola secara bijaksana.

Baca Juga :  Pemerintah Mengutuk Keras Aksi Kekerasan di Kabupaten Yahukimo Papua

“Peran aparatur Kemenko Polkam menjadi sangat strategis, tidak hanya sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan penguat kepercayaan publik terhadap negara,” ungkapnya.

Demokrasi yang sehat diharapkan mampu menjadi wadah ekspresi nasionalisme, di mana partisipasi aktif masyarakat diarahkan untuk menjaga kepentingan bersama, memperkuat persatuan, serta mendukung proses pembangunan nasional.

“Demokrasi harus menghadirkan stabilitas politik, menjaga harmoni sosial, dan sekaligus mendorong partisipasi rakyat dalam proses pembangunan,” ungkap Purwito.

Menutup amanatnya, seluruh jajaran Kemenko Polkam diajak untuk terus mengambil peran aktif dalam memperkuat nilai nasionalisme, menjaga stabilitas politik, serta mendorong kebebasan yang bertanggung jawab sebagai bagian dari peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Kadiskopukmdag Aceh Besar: Awal Tahun 2025, Harga Bako di Pasar Tradisional Lambaro Masih Stabil

Hukrim

KPK Lakukan Perbaikan Tata Kelola Rutan melalui Sidak dan Dialog

Pemerintah

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Pelantikan Mualem/ Dek Fahd

Pemerintah

Strategi Bustami Tekan Inflasi; Tingkatkan Kapasitas Pertanian hingga Perkuat Koordinasi 

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Dorong Inovasi UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Pemerintah

Pj Sekda Lepas Keberangkatan Kontingen PORWANAS PWI Aceh

Ekbis

Harga kelapa mencekik rakyat, Pemerintah Akan Kenakan Pungutan Ekspor

Nasional

Polri Berduka, Kapolsek dan Dua Anggota Gugur saat Bertugas di Way Kanan