Home / Daerah / Hukrim / Peristiwa

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:11 WIB

Satgas BAIS TNI – Yonarmed 12 Kostrad Gagalkan Upaya Penyeludupan Pupuk Subsidi

Farid Ismullah

Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama Satgas BAIS TNI saat menggagalkan upaya penyelundupan 15 karung pupuk subsidi jenis Urea di Dusun Halimukti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (31/1/2026) malam.

Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama Satgas BAIS TNI saat menggagalkan upaya penyelundupan 15 karung pupuk subsidi jenis Urea di Dusun Halimukti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (31/1/2026) malam.

NTT – Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad bersama Satgas BAIS TNI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan pupuk subsidi jenis Urea di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Sebanyak 15 karung pupuk subsidi diamankan saat patroli malam di Dusun Halimukti, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (31/1/2026) malam.

Penggagalan penyelundupan tersebut dilakukan oleh personel Pos Silawan SSK I Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad, berawal dari informasi intelijen terkait dugaan aktivitas ilegal di wilayah perbatasan Desa Silawan.

Baca Juga :  HIMPALA dan HIMALARA Aceh Barat Gelar Maulid Akbar Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidy Zhikir Obat Pembersih Hati

Menindaklanjuti informasi tersebut, Komandan Kompi SSK I memerintahkan pelaksanaan patroli terpadu oleh Pos Silawan, Pos Damar, dan Pos Motaain di sektor masing-masing.

Komandan Pos (Danpos) Silawan, Letda Arm Deddi Prima, menjelaskan dalam pelaksanaan patroli, personel Pos Silawan menerima laporan dari warga mengenai adanya orang dan kendaraan mencurigakan di sekitar jalur sungai perbatasan.

“Saat dilakukan penyisiran, personel mendapati dua orang tak dikenal yang membawa karung mencurigakan. Namun, ketika diberikan peringatan, kedua orang tersebut langsung melarikan diri ke arah wilayah Timor Leste melalui jalur sungai dan meninggalkan barang bawaannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Resmi Dapat Izin, BSI Aceh Siap Jalankan Bisnis Bank Bulion

Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan penyisiran lanjutan, katanya, personel Satgas menemukan dan mengamankan sebanyak 15 karung pupuk subsidi jenis Urea yang disembunyikan di semak-semak dan di sepanjang tepi sungai. Dari hasil pemeriksaan di lokasi dan penyisiran lanjutan, katanya, personel Satgas menemukan dan mengamankan sebanyak 15 karung pupuk subsidi jenis Urea yang disembunyikan di semak-semak dan di sepanjang tepi sungai.

“Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Pos Silawan untuk proses pelaporan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Baca Juga :  Tim Gabungan Gagalkan Penyeludupan Rokok Ilegal Dua Kontainer  

Lebih lanjut, Ia menegaskan penggagalan tersebut merupakan wujud komitmen Satgas Pamtas dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mencegah kebocoran barang subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani Indonesia.

“Pupuk subsidi sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya para petani. Kami akan terus meningkatkan patroli serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar upaya penyelundupan di wilayah perbatasan dapat dicegah secara maksimal,” tegas Letda Deddi.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Posko Kesehatan Lanud SIM Siaga Layani Warga Terdampak Bencana Aceh

Daerah

Kapolres Aceh Tamiang Cek Mobil Terdampak Banjir, Bantah Isu Mayat di Dalam Kendaraan

Daerah

Persiraja dan BSI Gelar MoU, Sepak Bola Aceh Lantak Laju

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Minta PT Angkasa Pura II Sukseskan PON XXI Aceh-Sumut dan Pilkada 2024

Aceh Besar

Aceh Besar Peringati HUT ke-40 Kota Jantho, Pj Bupati Iswanto: Terus Bersinergi, Berprestasi, dan Menginspirasi

Internasional

Terombang-ambing di laut selama 3 hari, KJRI Penang Fasilitasi Pemulangan ABK WNI Ke Tanah Air

Aceh Barat Daya

Empat Warga Diringkus Sat Resnarkoba Polres

Hukrim

Oknum Ustaz Ponpes di Bener Meriah Diduga Aniaya Santri hingga Babak Belur