Home / Keagamaan

Senin, 22 September 2025 - 21:01 WIB

Syeikh Yasin Attari : Hanya dengan Mie Instan, Orang Awam Bisa Dirayu Keluar dari Islam

mm Redaksi

Syeikh Yasin Attari sedang menyampaikan materi tentang betapa pentingnya berdakwah,Senin (22/09/2025). Foto: Dok. Aininadhirah/Noa.co.id

Syeikh Yasin Attari sedang menyampaikan materi tentang betapa pentingnya berdakwah,Senin (22/09/2025). Foto: Dok. Aininadhirah/Noa.co.id

Banda Aceh – Direktur Dawat e Islami, Syeikh Muhammad Yasin Attari, mengingatkan bahwa masyarakat awam di pelosok sangat rentan dipengaruhi hingga meninggalkan agama Islam. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Da’wah International Conference yang digelar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, Senin (22/9/2025).

Dalam penyampaiannya, Syeikh Yasin menuturkan bahwa banyak kelompok tertentu yang masuk ke pedalaman dengan membawa ajaran menyimpang. Cara yang dipakai pun terbilang sederhana, bahkan hanya dengan memberikan kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Ulama Kharismatik Aceh, Abu Kuta Krueng Meninggal Dunia

“Banyak orang awam yang dirayu untuk keluar dari Islam hanya dengan mie instan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebuah artikel lima tahun lalu pernah mencatat bahwa setidaknya 254 gereja sudah berdiri di Indonesia, meskipun tidak terlihat di kota-kota besar tapi sangat banyak di pelosok. Fenomena itu, kata Syeikh Yasin, menunjukkan bagaimana pihak non-Muslim gencar melakukan dakwah hingga ke pedalaman, sementara umat Islam justru cenderung pasif.

Baca Juga :  Aceh Besar akan Gelar Seleksi Lanjutan dan TC Bagi Kafilah MTQ Ke-37 Tingkat Provinsi Aceh

“Orang lain giat berdakwah, sedangkan kita hanya duduk di masjid dan rumah. Kapan kita datang ke pedalaman? Jangan hanya senang di ruang ber-AC saja. Nabi dulu rela berkorban demi dakwah,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkuat Toleransi dan Harmoni Beragama di Aceh, Plt Kajati Aceh Terima Audiensi FKUB

Menurutnya, sangat sedikit dai yang bersedia turun langsung ke daerah terpencil. Padahal, masyarakat awam di sana tidak memiliki kemampuan untuk datang ke kota dan menimba ilmu.

“Ilmu fikih harus dibawa ke masyarakat pedalaman, bukan hanya diajarkan di kampus atau kota. Kalau kita tidak turun, mereka akan mudah dikelabui oleh ajaran lain,” tambahnya.

Editor: Amiruddin. MKReporter:

Share :

Baca Juga

Aceh Barat Daya

Balai Pengajian Raudhatul Huda Adakan Festival Anak Sholeh

Aceh Besar

Berusia Ratusan Tahun, Menelusuri Masjid Bung Sidom di Aceh Besar

Aceh Besar

Hafidzah Aceh Besar Farrasa Zayyan Lancar Selesaikan Lomba Cabang Tafidz 5 Juz

Daerah

639 Warga Simeulue Padati Seminar Inspirasi Umroh Akbar Bersama Samira Travel

Keagamaan

Maulid Nabi di UIN Ar-Raniry Dimeriahkan Munsyid Mesir dan Delegasi UEA

Aceh Besar

Kafilah Aceh Besar Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ XXXVII di Pidie Jaya

Aceh Barat

Bupati dan Wabup Aceh Barat Pimpin Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H di Gampong Tungkop

Aceh Jaya

MUNA Aceh Jaya Gelar Muswil ke-III Tahun 2026