Home / Daerah

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:25 WIB

Pikiran Rakyat Gandeng SPS Aceh Bangun Gedung Kegiatan Masyarakat untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

mm Redaksi

Pertemuan antara Plt Ketua SPS Provinsi Aceh, Muktarrudin Usman dan Ketua Umum SPS Januar P Ruswita sekaligus Komisaris Pikiran Rakyat didampingi Ketua Yayasan Pikiran Rakyat Puspatriani Agustina di Kafe Jabarano, di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung pada Kamis (30/4/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Pertemuan antara Plt Ketua SPS Provinsi Aceh, Muktarrudin Usman dan Ketua Umum SPS Januar P Ruswita sekaligus Komisaris Pikiran Rakyat didampingi Ketua Yayasan Pikiran Rakyat Puspatriani Agustina di Kafe Jabarano, di Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung pada Kamis (30/4/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa

Bandung— Pikiran Rakyat menggandeng Serikat Perusahaan Pers Aceh untuk merealisasikan pembangunan Gedung Pusat Kegiatan Masyarakat bagi korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Rencana tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Yayasan Pikiran Rakyat dan SPS Aceh yang berlangsung di Restoran Jabarano, Jalan Lengkong Besar, Kota Bandung, Kamis (30/4/2026) malam.

Komisaris Pikiran Rakyat sekaligus Ketua Umum SPS, Januar P. Ruswita, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian insan pers terhadap masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan bantuan dari para pembaca dapat diwujudkan secara tepat sasaran.

Baca Juga :  Rakornas Posyandu 2024, Istri Pj Gubernur Aceh Ikut Rapat Perdana di Banten 

Ketua Yayasan Pikiran Rakyat, Puspatriani Agustina, menegaskan bahwa bantuan yang dihimpun dari para donatur akan dikelola secara transparan dan akuntabel.

“Transparansi menjadi prinsip utama agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap proses administrasi, termasuk penyusunan nota kesepahaman (MoU), dapat segera dirampungkan agar pembangunan dapat segera dimulai melalui peletakan batu pertama.

Plt Ketua SPS Aceh, Muktarrudin Usman, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal pelaksanaan pembangunan hingga selesai. Lokasi pembangunan telah ditetapkan di Desa Sukajadi Paya Bujuk, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi salah satu wilayah terdampak parah akibat banjir pada akhir November 2025.

Baca Juga :  Rutan Banda Aceh Gandeng Dinkes Kota Aceh Gelar Skrining Kasus TBC Melalui Pemeriksaan Rontgen Dada Bagi Warga Binaan 

“Ini adalah amanah yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan masih memerlukan perhatian, terutama terkait akses jalan yang masih tertutup lumpur serta ketersediaan air bersih yang belum sepenuhnya pulih.

Gedung yang akan dibangun dirancang sebagai fasilitas multifungsi. Lantai dasar akan difungsikan sebagai pusat layanan kesehatan dasar, seperti posyandu, penyuluhan kesehatan, edukasi gizi, serta posko siaga bencana dan penyimpanan peralatan medis.

Baca Juga :  Ombudsman Harapkan Arus Transportasi Orang dan Barang Berjalan Lancar

Sementara itu, lantai dua akan digunakan sebagai ruang serbaguna berkapasitas sekitar 50 orang untuk kegiatan musyawarah warga, aktivitas kepemudaan, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan sosial masyarakat secara berkelanjutan di Aceh Tamiang.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah Komitmen Selesaikan Kasus HAM di Aceh

Daerah

Kabid Propam Polda Aceh: Kedisiplinan dan Profesionalisme Harus Dijaga!

Daerah

Pemerintah Salurkan Rp341,7 miliar Dana Perbaikan Rumah untuk Penyintas Bencana di Aceh

Daerah

Kadisdik Aceh Ingatkan Pentingnya Literasi dan Numerasi Sebagai Tolok Ukur Kemajuan Pendidikan

Daerah

Pejabat di Pidie Terancam dipidana, Gonta Ganti Pelat Mobil

Daerah

Masyarakat Minta Gubernur Aceh Tuntaskan Dugaan Mafia Tanah di Simeulue

Aceh Besar

Swar-Z dan Posyantek Ajuen Supernova Masuk Radar Penilaian Tingkat Provinsi Aceh

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Tahap III APEKSI untuk Korban Banjir Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Langsa